digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

JURNAL Bunga Maheswari Adara Duce
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Desa Cijambu di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, dikategorikan sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi akibat keterbatasan infrastruktur dan minimnya lapangan pekerjaan. Padahal, desa ini memiliki potensi sumber daya alam strategis berupa aliran Sungai Cijambu yang belum teroptimalisasi secara fungsional maupun ekonomi. Sejalan dengan program prioritas nasional mengenai pengembangan desa wisata, penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan Riverfront Tourism Village di RW 07 Desa Cijambu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi eksploratif dan preskriptif. Pendekatan perancangan dilakukan secara fragmental dengan teknik division by aspect yang merujuk pada elemen perancangan perkotaan Shirvani (1985). Penelitian ini melakukan sintesis teori untuk merumuskan kriteria dan prinsip normatif yang diambil dari pedoman perancangan perkotaan, perancangan pedesaan, perancangan waterfront, dan perancangan kawasan pariwisata. Hasil sintesis menetapkan tujuh kriteria utama perancangan Riverfront Tourism Village, yaitu: connected, ecologically sustainable, heritage-based, accessible, socially inclusive, economically empowering, dan disaster-resilient. Hasil analisis kesenjangan (gap analysis) menunjukkan bahwa kondisi eksisting kawasan belum memenuhi kriteria Riverfront Tourism Village secara optimal. Sebagai respons, dirumuskan prinsip perancangan spesifik yang kontekstual terhadap potensi dan persoalan yang ada di kawasan, yang kemudian ditransformasikan ke dalam program ruang dan konsep desain. Hasil akhir perancangan ini menyajikan sebuah solusi yang mengintegrasikan penataan hunian, penyediaan infrastruktur pendukung, dan ruang-ruang aktivitas ekonomi. Desain ini diharapkan dapat menjadi landasan fisik dalam mengupayakan pelestarian budaya serta keberlanjutan lingkungan di Desa Cijambu.