digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Nuraisyah Melidaniar [17418059]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja meningkatkan peluang terjadinya perbandingan sosial yang, jika berlangsung berulang tanpa disadari, dapat berkembang menjadi comparison trap dan memengaruhi cara remaja mengevaluasi dirinya. Remaja SMA berusia 15–18 tahun menjadi kelompok yang relevan karena berada pada tahap pembentukan identitas (Erikson, 1968) sekaligus rentan menjadikan standar eksternal di media sosial sebagai acuan penilaian diri. Perancangan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja SMA terhadap proses perbandingan sosial tersebut melalui pendekatan Desain Komunikasi Visual, dengan berlandaskan pada Social Comparison Theory (Festinger, 1954) dan konsep cognitive autonomy sebagai dasar strategi komunikasi. Proses perancangan menggunakan metode Design Thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test), dengan data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 10 remaja SMA, wawancara lanjutan terhadap dua responden dengan kecenderungan tertinggi, serta wawancara guru BK. Hasil perancangan berupa kampanye sosial CompaReason yang menerjemahkan proses comparison trap melalui empat karakter reflektif non-diagnostik yang mewakili dimensi dimensi berbeda dari perbandingan sosial, diwujudkan dalam pengalaman kuis interaktif bermetafora ruang imajinatif serta titik kontak non-digital di lingkungan sekolah, dengan perjalanan komunikasi audiens disusun mengikuti model AISAS. Pendekatan reflektif dan berbasis pertanyaan ini diharapkan membantu remaja mengenali proses perbandingan sosial yang dialaminya secara lebih personal, tanpa terkesan menggurui atau melabeli