Abstrak_Raden Joseph Arya Veda Prabaswara
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Indonesia sedang memasuki era aging society, ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia setiap tahunnya. Perubahan demografis ini menghadirkan tantangan dalam penyediaan lingkungan hunian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik lansia, tetapi juga mampu mendukung kesejahteraan psikologis dan sosial mereka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup pada usia lanjut dipengaruhi tidak hanya oleh kondisi kesehatan, tetapi juga oleh rasa memiliki tujuan hidup (ikigai), hubungan sosial yang bermakna, serta keterhubungan dengan lingkungan sekitar. Di sisi lain, masih berkembang stigma yang memandang lansia sebagai kelompok yang bergantung, sementara berbagai kebijakan mulai mendorong lansia untuk tetap aktif dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya lingkungan hunian yang memungkinkan lansia tetap mandiri, terhubung, dan memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari. Tugas akhir ini mengusulkan perancangan hunian lansia berbasis kehidupan bermakna dengan penguatan interaksi antargenerasi di Cisauk. Tipologi yang dipilih adalah community-oriented senior living village bagi lansia ekonomi menengah yang mengintegrasikan area hunian, fasilitas kesehatan dan wellness, ruang komunal, fungsi komersial, serta ruang terbuka hijau dalam satu lingkungan yang saling terhubung. Pendekatan perancangan menggunakan konsep meaningful aging yang diterjemahkan melalui empat bentuk keterhubungan, yaitu keterhubungan dengan orang lain, alam, diri sendiri, dan aktivitas sehari-hari. Interaksi antargenerasi menjadi strategi utama untuk memperkuat hubungan sosial melalui aktivitas keseharian yang berlangsung secara alami antara lansia dan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, analisis tapak, dan studi preseden untuk merumuskan konsep, program ruang, serta strategi perancangan. Hasil perancangan berupa kawasan hunian yang tersusun dalam cluster-cluster residensial dengan courtyard bersama, didukung jaringan ruang publik yang mudah diakses, fasilitas kesehatan dan wellness, fungsi komersial, serta sistem lanskap yang mendorong aktivitas fisik, interaksi sosial, dan hubungan dengan alam. Organisasi ruang dirancang untuk menyeimbangkan privasi penghuni dengan keterbukaan terhadap komunitas sekitar melalui lingkungan yang ramah pejalan kaki dan mudah dinavigasi. Perancangan ini bertujuan menghasilkan prototipe hunian lansia berbasis komunitas yang mendukung kemandirian, rasa memiliki, serta kehidupan yang bermakna di usia lanjut. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan hunian lansia di Indonesia sekaligus menunjukkan peran arsitektur dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang menua.
Perpustakaan Digital ITB