digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

Perkembangan industri yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, efisien, dan terintegrasi. PT Dongsuh Indonesia, sebagai perusahaan di sektor industri kimia, masih menerapkan sistem manajemen HR secara manual dengan bantuan spreadsheet sederhana. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala, antara lain keterlambatan pemrosesan administrasi, tingginya potensi kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterbatasan akses informasi secara real-time, dan kesulitan dalam penyusunan laporan kinerja yang cepat dan akurat. Keterbatasan ini berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, diperlukan Human Resource Information System (HRIS) yang mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnis HR, meminimalkan kesalahan administratif, dan mendukung evaluasi kinerja berbasis data. Metode pengembangan yang dipilih dalam penelitian ini adalah System Development Life Cycle (SDLC). Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik SDLC yang memiliki tahapan kerja terstruktur, dokumentasi lengkap, serta pengendalian kualitas di setiap fase, mulai dari perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, hingga pemeliharaan. SDLC dinilai sesuai untuk pengembangan HRIS di PT Dongsuh Indonesia karena kebutuhan sistem yang relatif stabil, kebutuhan dokumentasi untuk kepatuhan regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi, dan perlunya integrasi lintas modul HR yang kompleks. Dengan pendekatan ini, proses pengembangan dapat dikendalikan dengan baik, risiko dapat diminimalkan, dan hasil akhir lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional, analisis proses bisnis eksisting, perancangan model proses menggunakan context diagram dan data flow diagram (DFD), pemodelan data dengan entity relationship diagram (ERD), serta perancangan physical design dan user interface tree. Selain itu, dikembangkan low fidelity prototype yang menampilkan rancangan antarmuka sistem sesuai peran pengguna, mencakup staf HR, manajer, direktur, karyawan, dan departemen keuangan. Penelitian ini juga menghasilkan rancangan Key Performance Indicators (KPI) yang relevan dengan manajemen SDM, seperti biaya perekrutan per karyawan, tingkat retensi karyawan, efektivitas pelatihan, kepuasan karyawan, dan efisiensi proses HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRIS yang dirancang mampu meningkatkan integrasi data antarproses HR, mempercepat alur kerja, mengurangi kesalahan pencatatan, x dan menyediakan laporan kinerja berbasis data secara real-time. Dengan penerapan HRIS berbasis SDLC, PT Dongsuh Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan SDM, meningkatkan akurasi dan transparansi informasi, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan tepat. Implementasi sistem ini juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, dan peningkatan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri kimia yang semakin ketat.