Abstrak
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Perkembangan industri yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan
memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, efisien, dan
terintegrasi. PT Dongsuh Indonesia, sebagai perusahaan di sektor industri kimia, masih
menerapkan sistem manajemen HR secara manual dengan bantuan spreadsheet sederhana.
Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala, antara lain keterlambatan pemrosesan
administrasi, tingginya potensi kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterbatasan akses
informasi secara real-time, dan kesulitan dalam penyusunan laporan kinerja yang cepat dan
akurat. Keterbatasan ini berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan akurasi
pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, diperlukan Human Resource Information
System (HRIS) yang mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnis HR, meminimalkan
kesalahan administratif, dan mendukung evaluasi kinerja berbasis data.
Metode pengembangan yang dipilih dalam penelitian ini adalah System Development
Life Cycle (SDLC). Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik SDLC yang
memiliki tahapan kerja terstruktur, dokumentasi lengkap, serta pengendalian kualitas di
setiap fase, mulai dari perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, hingga
pemeliharaan. SDLC dinilai sesuai untuk pengembangan HRIS di PT Dongsuh Indonesia
karena kebutuhan sistem yang relatif stabil, kebutuhan dokumentasi untuk kepatuhan
regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi, dan perlunya integrasi lintas modul HR yang
kompleks. Dengan pendekatan ini, proses pengembangan dapat dikendalikan dengan baik,
risiko dapat diminimalkan, dan hasil akhir lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan fungsional dan
nonfungsional, analisis proses bisnis eksisting, perancangan model proses menggunakan
context diagram dan data flow diagram (DFD), pemodelan data dengan entity relationship
diagram (ERD), serta perancangan physical design dan user interface tree. Selain itu,
dikembangkan low fidelity prototype yang menampilkan rancangan antarmuka sistem sesuai
peran pengguna, mencakup staf HR, manajer, direktur, karyawan, dan departemen keuangan.
Penelitian ini juga menghasilkan rancangan Key Performance Indicators (KPI) yang relevan
dengan manajemen SDM, seperti biaya perekrutan per karyawan, tingkat retensi karyawan,
efektivitas pelatihan, kepuasan karyawan, dan efisiensi proses HR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRIS yang dirancang mampu meningkatkan
integrasi data antarproses HR, mempercepat alur kerja, mengurangi kesalahan pencatatan,
x
dan menyediakan laporan kinerja berbasis data secara real-time. Dengan penerapan HRIS
berbasis SDLC, PT Dongsuh Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan
SDM, meningkatkan akurasi dan transparansi informasi, serta mendukung pengambilan
keputusan strategis yang lebih cepat dan tepat. Implementasi sistem ini juga berpotensi
memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan produktivitas, penguatan tata
kelola, dan peningkatan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri kimia yang
semakin ketat.
Perpustakaan Digital ITB