digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Anas
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Muhammad Anas
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Kopi merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian sektor pertanian Indonesia, dengan nilai ekspor pada tahun 2025 mencapai sekitar 2.326,5 juta dolar Amerika Serikat. Dalam pengolahan pascapanen, proses pengeringan biji kopi menjadi tahap penting untuk menurunkan kadar air sehingga mutu dan daya simpan kopi tetap terjaga. Salah satu parameter utama dalam proses pengeringan adalah laju aliran massa udara pengering yang mempengaruhi perpindahan panas dan penguapan air. Penentuan parameter ini umumnya melibatkan perhitungan psikrometrik dan neraca energi yang cukup kompleks serta masih sering dilakukan secara manual sehingga kurang praktis dan berpotensi menimbulkan kesalahan. Selain itu, belum tersedia aplikasi berbasis Android yang secara khusus dapat menghitung kebutuhan laju aliran massa udara pada sistem tray dryer berbasis panas geotermal secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android yang mampu menghitung kebutuhan laju aliran massa udara pengering secara cepat dan akurat. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi menggunakan React Native, serta pengujian sistem. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi memiliki galat perhitungan sebesar 0,25% dibandingkan perhitungan teoritik, sehingga masih berada di bawah batas toleransi ? 5%. Pengujian User Acceptance Test (UAT) menunjukkan aplikasi memperoleh kategori “Sangat Baik”, dengan tingkat kelayakan 93,03% untuk kebutuhan fungsional dan 90,83% untuk kebutuhan nonfungsional. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi dapat digunakan sebagai alat bantu perhitungan dalam analisis sistem pengeringan biji kopi berbasis panas geotermal secara lebih cepat, praktis, dan akurat.