Proyek akhir ini mempelajari bagaimana para pemangku kepentingan di PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil keputusan selama fase pelaksanaan distribusi kapal melalui kapal di Lini I ke II dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan pengambilan Keputusan yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas manajerial. Alih-alih membangun system operasional lengkap, studi ini mengambil pendekatan yang lebih praktis dan berorientasi pada pengambilan Keputusan dengan mengumpulkan informasi tentang tantangan operasional harian, memeriksa sistem informasi saat ini, dan mengidentifikasi kesenjangan dukungan pengambilan keputusan yang akan menentukan fitur dari system tersebut. Fokus proyek akhir ini adalah memahami bagaimana informasi yang ada dimanfaatkan untuk pengambilan Keputusan dan bagaimana informasi tersebut dapat disusun ulang dengan lebih baik untuk mendukung intervensi manajerial yang lebih cepat dan proaktif.
Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, penulis melakukan tiga wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan utama di Kompartemen Distribusi yang bertanggung jawab atas perencanaan dan perutean operasional pengiriman. Transkrip wawancara mereka diproses dengan pengodean dua siklus dari SaldaƱa (2009) untuk mengidentifikasi masalah pada pola yang berulang. Analisis kualitatif menerjemahkan tantangan operasional ke kriteria pengambilan Keputusan terstruktur yang mewakili kebutuhan informasi dari pemangku kepentingan.selama proses pelaksanaan distribusi.
Temuan dari proyek akhir ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan saat ini bergantung pada sumber informasi yang terfragmentasi, seperti laporan terpisah, grup WhatsApp, dan spreadsheet. Fragmentasi ini memperlambat respons manajerial dalam situasi operasional seperti keterlambatan kapal, kekurangan stok, atau deviasi pelaksanaan. Sistem digital saat ini menyediakan fungsi transaksional dan pelaporan dasar tetapi kurang memiliki visibilitas operasional untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Pastisipan juga menyoroti tidak adanya Key Performance Indocator (KPI) operasional yang terstandardisasi untuk kontrol pelaksanaan.
Studi ini mengusulkan dasbor pendukung Keputusan sebagai Solusi bisnis. Desain dasbor didasarkan pada kriteria pengambilan Keputusan dari analisis kualitatif dan turunan dari House of Quality (HOQ). Adapun solusi yang ditawarkan meningkatkan visibilitas operasional, deteksi resiko dini, dan rensponsivitas pengambilan keputusan.
Perpustakaan Digital ITB