Pantai Batu Karas di Kabupaten Pangandaran merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata bahari dan kawasan perikanan. Namun, perkembangan pariwisata yang belum diimbangi dengan pengelolaan kawasan secara terpadu telah memicu berbagai permasalahan, seperti abrasi pantai, degradasi lingkungan, konflik pemanfaatan ruang antara aktivitas wisata dan perikanan, serta penurunan kualitas kawasan. Kondisi tersebut memerlukan perancangan yang mampu mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Perancangan ini bertujuan merancang fasilitas pariwisata Pantai Batu Karas melalui pendekatan Placemaking yang didukung oleh prinsip Regenerative Tourism. Pendekatan Placemaking diterapkan melalui prinsip people-centered, community participation, local identity, dan collaborative process untuk menciptakan ruang yang berorientasi pada masyarakat dan berkarakter lokal. Sementara itu, Regenerative Tourism diterapkan untuk memulihkan ekosistem pesisir, memperkuat ketahanan kawasan, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi lokal.
Hasil perancangan berupa kawasan wisata pesisir yang adaptif terhadap abrasi, terintegrasi dengan aktivitas perikanan, serta memperkuat hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya lokal. Konsep tersebut diwujudkan melalui revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan, penataan ruang publik pesisir, penyediaan infrastruktur adaptif, dan pengembangan fasilitas berbasis pemberdayaan masyarakat. Perancangan ini diharapkan mampu mewujudkan Pantai Batu Karas sebagai destinasi wisata pesisir yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, serta memiliki identitas tempat yang kuat.
Perpustakaan Digital ITB