digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

De Quervain’s Tenosynovitis (DQT) adalah kondisi tendinopati pada daerah ibu jari dan pergelangan tangan yang sering muncul akibat gerakan repetitif dan postur ergonomis yang buruk, sehingga mengganggu kemampuan melakukan Instrumental Activities of Daily Living (ADL). Di Indonesia, keterbatasan akses terhadap alat bantu yang dirancang khusus untuk DQT dan solusi yang mendukung aktivitas menggenggam dalam konteks sehari-hari menjadi masalah yang perlu ditangani. Permasalahan yang dikaji dalam tugas akhir ini adalah: bagaimana merancang Splint Ergonomis dan Estetis yang secara pasif mengalihkan distribusi beban genggaman dari pangkal ibu jari tanpa membatasi fungsionalitas tangan dalam aktivitas harian pada penderita DQT? Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi prototipe alat bantu untuk pasien DQT. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif. Tahapan penelitian meliputi: 1) mengidentifikasi kebutuhan melalui observasi lapangan klinis dan wawancara mendalam dengan dokter ortopedi, praktisi ergonomi, dan pasien DQT; 2) memeriksa kegiatan, aktivitas menggenggam, dan ergonomi pengguna dengan alat bantu; 3) mengkonseptualisasi dan mengembangkan desain dengan menggunakan kerangka pemikiran desain; 4) membuat prototipe dan mock-up; dan 5) melakukan evaluasi awal melalui uji kegunaan. Ulasan singkat terhadap praktik dan perangkat yang ada menunjukkan kecenderungan imobilisasi yang menghambat aktivitas. Oleh karena itu, desain yang diusulkan menekankan dukungan postural yang memungkinkan penyembuhan terkontrol selama pelaksanaan ADL. Hasil pengujian awal prototipe menunjukkan perbaikan subjektif pada nyeri dan fungsi menggenggam serta umpan balik positif terkait kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan potensi keterjangkauan. Kesimpulannya, prototipe alat bantu yang dikembangkan memenuhi kriteria untuk DQT dan layak untuk dilanjutkan pada uji klinis yang lebih luas dan iterasi desain untuk skala lokal.