De Quervain’s Tenosynovitis (DQT) adalah kondisi tendinopati pada daerah ibu jari dan
pergelangan tangan yang sering muncul akibat gerakan repetitif dan postur ergonomis yang
buruk, sehingga mengganggu kemampuan melakukan Instrumental Activities of Daily Living
(ADL). Di Indonesia, keterbatasan akses terhadap alat bantu yang dirancang khusus untuk
DQT dan solusi yang mendukung aktivitas menggenggam dalam konteks sehari-hari menjadi
masalah yang perlu ditangani. Permasalahan yang dikaji dalam tugas akhir ini adalah:
bagaimana merancang Splint Ergonomis dan Estetis yang secara pasif mengalihkan distribusi
beban genggaman dari pangkal ibu jari tanpa membatasi fungsionalitas tangan dalam
aktivitas harian pada penderita DQT?
Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi prototipe alat bantu untuk pasien DQT.
Pendekatan penelitian bersifat kualitatif. Tahapan penelitian meliputi: 1) mengidentifikasi
kebutuhan melalui observasi lapangan klinis dan wawancara mendalam dengan dokter
ortopedi, praktisi ergonomi, dan pasien DQT; 2) memeriksa kegiatan, aktivitas
menggenggam, dan ergonomi pengguna dengan alat bantu; 3) mengkonseptualisasi dan
mengembangkan desain dengan menggunakan kerangka pemikiran desain; 4) membuat
prototipe dan mock-up; dan 5) melakukan evaluasi awal melalui uji kegunaan.
Ulasan singkat terhadap praktik dan perangkat yang ada menunjukkan kecenderungan
imobilisasi yang menghambat aktivitas. Oleh karena itu, desain yang diusulkan menekankan
dukungan postural yang memungkinkan penyembuhan terkontrol selama pelaksanaan ADL.
Hasil pengujian awal prototipe menunjukkan perbaikan subjektif pada nyeri dan fungsi
menggenggam serta umpan balik positif terkait kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan
potensi keterjangkauan. Kesimpulannya, prototipe alat bantu yang dikembangkan memenuhi
kriteria untuk DQT dan layak untuk dilanjutkan pada uji klinis yang lebih luas dan iterasi
desain untuk skala lokal.
Perpustakaan Digital ITB