digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-COVER.pdf


2007 TA PP PRIHATMAKA 1-BAB1.pdf

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-BAB2.pdf

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-BAB3.pdf

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-BAB4.pdf

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-BAB5.pdf

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-BAB6.pdf

2007 TA PP PRIHATMAKA 1-PUSTAKA.pdf

Biodiesel adalah salah satu harapan bagi pengembangan bahan bakar terperbarukan. Indonesia memiliki kesempatan berupa ketersediaan bahan baku dan lahan untuk pengembangan biodiesel. Produksi biodiesel harus efisiensi agar memiliki nilai ekonomis yang kompetitif. Salah satu caranya adalah dengan melakukan otomasi dalam pengolahannya. Untuk melakukan otomasi dalam proses pengolahannya diperlukan adanya perangkat pembantu. Perangkat pembantu yang dirancang dan dibuat dalam tugas akhir ini adalah prototype sensor pemisahan biodiesel dan gliserol. Prototype perangkat sensor dibagi dua bagian, pemancar cahaya dan bagian sensor penerima. Bagian sensor akan mendeteksi perbedaan tegangan dari hamburan cahaya balik akibat pengaruh perbedaan kekeruhan biodiesel dan gliserol. Pengujian yang dilakukan pada keadaan biodiesel dan gliserol statis (diam) dan pada keadaaan dinamis (bergerak). Kedua pengujian tersebut memberikan hasil deteksi tegangan yang sama pada jarak penempatan sensor 1,5 cm dari muka bahan uji. Selisih pengukuran tegangan perbedaan biodiesel dan gliserol paling tinggi adalah 0,7 Volt pada jarak penempatan sensor 1,5 cm dari muka bahan uji. Respon perangkat sensor terhadap perubahan biodiesel dan gliserol saat pengukuran dinamis dipengaruhi perubahan kecepatan aliran bahan uji, perubahan kecepatan aliran diatur dengan mengatur bukaan keran. Dari pengamatan visual pada grafik data, respon perangkat sensor paling stabil pada bukaan keran kecil. Waktu respon perangkat sensor paling cepat 20 detik didapatkan pada bukaan keran kecil dengan jarak penempatan sensor 1,5 cm dari muka bahan uji.