digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Aufa Nabila Nur Hidayah
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Plasmid merupakan molekul DNA sirkuler yang secara luas digunakan sebagai vektor dalam rekayasa genetika. Seiring meningkatnya kebutuhan global akan terapi berbasis genetik, maka permintaan terhadap plasmid semakin meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas plasmid adalah sumber dan metode pemberian nutrien, seperti karbon. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplementasi glukosa pada medium terrific broth (TB) terhadap pertumbuhan biomassa E. coli TOP10/pcDNA3.1(+)_UTR_spike dan produksi plasmid pcDNA3.1(+)_UTR_spike. Escherichia coli TOP10 rekombinan ini ditumbuhkan dalam medium TB yang mengandung ampisilin dan disuplementasi glukosa dengan konsentrasi 0, 2, 4, dan 8 g/L. Kultivasi dilakukan dengan agitasi 200 rpm selama 18 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi glukosa pada medium TB dapat meningkatkan biomassa E. coli TOP10 (p?0.05) secara nyata. Suplementasi medium TB dengan glukosa 0, 2, 4, dan 8 g/L masingmasing menghasilkan biomassa sebesar 0.18, 0.21, 0.25, dan 0.27 mg DCW/mL. Namun demikian, kultur E. coli TOP10 rekombinan yang disuplementasi glukosa menunjukkan produksi plasmid yang lebih rendah (p?0.05) dibandingkan dengan kultur yang tidak disuplementasi glukosa. Konsentrasi plasmid di dalam sel E. coli TOP10 rekombinan yang ditumbuhkan pada medium TB yang disuplementasi dengan glukosa 0, 2, 4, dan 8 g/L berturut-turut menghasilkan plasmid sebesar 51.53, 42.51, 23.95, dan 10.55 ?g DNA pcDNA3.1(+)_UTR_spike/mg DCW.