Abstrak - Aufa Nabila Nur Hidayah
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Plasmid merupakan molekul DNA sirkuler yang secara luas digunakan sebagai vektor dalam rekayasa
genetika. Seiring meningkatnya kebutuhan global akan terapi berbasis genetik, maka permintaan
terhadap plasmid semakin meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas plasmid
adalah sumber dan metode pemberian nutrien, seperti karbon. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh suplementasi glukosa pada medium terrific broth (TB) terhadap pertumbuhan
biomassa E. coli TOP10/pcDNA3.1(+)_UTR_spike dan produksi plasmid
pcDNA3.1(+)_UTR_spike. Escherichia coli TOP10 rekombinan ini ditumbuhkan dalam medium TB
yang mengandung ampisilin dan disuplementasi glukosa dengan konsentrasi 0, 2, 4, dan 8 g/L.
Kultivasi dilakukan dengan agitasi 200 rpm selama 18 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa suplementasi glukosa pada medium TB dapat meningkatkan biomassa E. coli
TOP10 (p?0.05) secara nyata. Suplementasi medium TB dengan glukosa 0, 2, 4, dan 8 g/L masingmasing
menghasilkan biomassa sebesar 0.18, 0.21, 0.25, dan 0.27 mg DCW/mL. Namun demikian,
kultur E. coli TOP10 rekombinan yang disuplementasi glukosa menunjukkan produksi plasmid yang
lebih rendah (p?0.05) dibandingkan dengan kultur yang tidak disuplementasi glukosa. Konsentrasi
plasmid di dalam sel E. coli TOP10 rekombinan yang ditumbuhkan pada medium TB yang
disuplementasi dengan glukosa 0, 2, 4, dan 8 g/L berturut-turut menghasilkan plasmid sebesar 51.53,
42.51, 23.95, dan 10.55 ?g DNA pcDNA3.1(+)_UTR_spike/mg DCW.
Perpustakaan Digital ITB