digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 1 Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 2 Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 3 Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 4 Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 5 Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

PUSTAKA Ratna Dian Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) memainkan peran penting dalam penyediaan sumber listrik di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan dalam akses terhadap jaringan listrik. Namun, ketergantungan yang berkelanjutan terhadap bahan bakar diesel juga memicu kekhawatiran terkait aspek keberlanjutan dan lingkungan. Biodiesel hadir sebagai salah satu alternatif bahan bakar yang menjanjikan, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal kinerja mesin. Dalam beberapa tahun terakhir, hidrogen mendapat banyak perhatian sebagai energi bersih masa depan. Kombinasi antara bahan bakar fosil dan alterantif dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi tantangan keberlanjutan dan lingkungan. Pendekatan berbasis Computation Fluid Dynamics menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk mengoptimalkan proses pembakarna bersama dari bahan bakar alternatif pada mesin diesel. Injeksi hidrogen ke dalam bahan bakar diesel maupun biodiesel terbukti dapat meningkatkan kinerja mesin dengan meningkatkan daya dan efisiensi termal, serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik. Peningkatan suplai energi dari hidrogen juga menyebabkan peningkatan dalam tekanan dan temperature puncak di dalam silinder, disertai dengan durasi pembakaran yang lebih singkat dan peningkatan laju pelepasan panas. Hasil simulasi juga menunjukkan penurunan yang substansial pada emisi berbasis karbon, sepeti HC, CO, dan CO2. Namun demikian, emisi nitrogen oksida menunjukkan kecenderungan meningkat. Kombinasi diesel-hidrgeon menunjukkan kinerja mesin keseluruhan paling baik. Pada HES 11%, bahar bakar campuran ini menghasilkan daya tertinggi sebesar 8,96 kW, efisiensi termal sebesar 41%, dan SFC sebesar 184,255 g/kWh. Sedangkan, biodieesel-hydrogen memberikan kinerja terbaik dalam hal reduksi emisi karbon, dengan penurunan emisi CO hingga 84.51%, HC sebesar 84.6%, dan CO2 sebesar 25%.