Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan potensi pertanian dan wisata yang
besar. Namun, petani kopi masih menghadapi permasalahan seperti rantai
distribusi yang panjang, fasilitas pascapanen yang terbatas, serta minimnya akses
pendidikan mengenai kopi. Semua permasalahan ini menyebabkan pendapatan
petani yang rendah dan tidak maksimalnya potensi dari kopi daerah itu sendiri.
Tujuan dari proyek ini yaitu untuk merancang Coffee Center sebagai pusat yang
menyediakan fasilitas pasca panen bagi petani serta memberikan fasilitas edukasi
bagi petani, pelaku kopi, hingga wisatawan yang datang. Hal ini dapat
meningkatkan jumlah konsumsi dari kopi rakyat, memperbaiki harga tawar petani,
serta meningkatkan potensi wisata daerah.
Coffee Center tidak hanya dirancang sebagai tempat produksi kopi, tetapi juga
berfungsi sebagai tempat untuk belajar serta wadah untuk interaksi antar petani
dan pengunjung. Dengan konsep ruang yang informatif dan terbuka, fasilitas tidak
hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan harga kopi, tetapi mempunyai
fungsi lain sebagai media edukasi yang dapat memperkenalkan kopi daerah
kepada wisatawan.
Dengan melakukan survey lapangan, wawancara, dan literatur review, hal ini
merupakan cara untuk menganalisis kondisi nyata sehingga dapat mengetahui
berbagai jenis aktivitas, kebutuhan ruang, serta potensi dari pengembangan
fasilitas. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani
kopi serta memperkuat citra kopi rakyat sebagai produk unggulan daerah.
Perpustakaan Digital ITB