digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Transformasi menuju transportasi publik yang berkelanjutan melalui pengembangan bus listrik di berbagai kota Indonesia membuka peluang untuk meningkatkan aksesibilitas mobilitas perkotaan. Namun, desain bus perkotaan yang ada masih belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pengguna kursi roda, terutama pada aspek kemudahan naik–turun kendaraan, ruang manuver, dan stabilitas tubuh selama berada di dalam bus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bus listrik medium low floor yang lebih inklusif dengan mempertimbangkan interaksi antara desain ruang kendaraan, gerakan tubuh pengguna, serta alur aktivitas saat mengakses bus. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran yang meliputi studi literatur, observasi lapangan pada beberapa kota, kuesioner pengalaman penumpang, wawancara pengguna kursi roda, proses perancangan desain, serta pengujian mockup skala 1:1 menggunakan analisis biomekanika tubuh dan evaluasi persepsi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ramp yang lebih landai, ruang manuver yang lebih luas, serta penataan elemen interior yang ergonomis mampu meningkatkan performa aksesibilitas secara signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan efisiensi waktu aktivitas dengan penurunan berkisar antara sekitar 30% hingga hampir 50%, pengurangan beban biomekanika tubuh sebesar sekitar 45–50%, serta peningkatan stabilitas gerakan pengguna. Pengujian mockup juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keberhasilan aktivitas naik ramp, serta persepsi pengguna yang lebih positif terhadap aspek keamanan, kemudahan, dan kemandirian. Penelitian ini menegaskan bahwa desain bus yang inklusif tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas aksesibilitas, tetapi pada integrasi antara ergonomi tubuh, stabilitas gerakan, dan rangkaian aktivitas pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan berbasis biomekanika dan aktivitas pengguna dapat menjadi dasar dalam pengembangan desain bus perkotaan yang lebih aksesibel, efisien, dan inklusif di Indonesia.