Sebagai pengguna media sosial paling aktif di Indonesia (61%), Generasi Z sangat rentan terkena
tekanan psikis akibat budaya perbandingan digital. Usia 18–24 tahun merupakan masa transisi
kritis pencarian jati diri yang membuat mereka mudah terpengaruh konten media sosial. Pada
fase ini, refleksi diri sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, namun media pendukung
yang relevan masih terbatas. Perancangan ini bertujuan menciptakan buku menulis reflektif
( journaling book) bertema nilai Islam sebagai media pemulihan diri (self-healing) bagi Generasi
Z Muslim sebagai mayoritas penduduk di Indonesia (88%).
Menggunakan metode Double Diamond, riset menunjukkan bahwa Generasi Z masih memilih
cara personal seperti berdoa dan menulis untuk mengurai pikiran. Journaling book didesain
sebagai media interaktif yang memfasilitasi empat tahap pemulihan: self-awareness, selfacceptance,
self-compassion, dan emotion regulation. Dengan integrasi nilai Islam
seperti tawakkal, qana’ah, syukur, sabar, dan husnuzhan sebagai fondasi utama untuk
menghadapi masalah insecure, overthinking, kecemasan, dan pesimisme. Perancangan ini
diharapkan menghasilkan media yang mampu memvalidasi emosi sekaligus membantu Generasi
Z mengolah pengalaman batin secara mandiri dan sehat di tengah hiruk-pikuk dunia digital.
Perpustakaan Digital ITB