digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fenomena hubungan parasosial—relasi satu arah antara audiens dan figur publik yang dimediasi media digital—kian menguat seiring dominasi media sosial yang memungkinkan pengguna merasa dekat, mengenal, dan terhubung secara emosional dengan sosok yang sebenarnya tidak mereka jumpai secara langsung. Dalam keseharian dewasa muda, kedekatan ini memberi rasa ditemani, validasi, serta inspirasi, tetapi juga menyimpan risiko ketergantungan emosional, perbandingan sosial, dan kaburnya batas antara kedekatan nyata dan imajiner. Berangkat dari kondisi tersebut, perancangan ini menghadirkan medium alternatif berupa buku eksperimental yang memperlambat ritme konsumsi dibanding layar digital, menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara psikolog, dan kuesioner kepada dewasa muda untuk memetakan bagaimana hubungan parasosial dialami secara ambivalen—adaptif ketika membantu regulasi emosi dan rasa memiliki, tetapi problematis ketika mengganggu fungsi sehari-hari. Hasil temuan kemudian diterjemahkan ke dalam buku analog yang menggabungkan teks singkat, visual metaforis, tata letak non-linear, dan eksplorasi material taktil agar pembaca dapat merefleksikan ulang pola kedekatan, manfaat, dan batas sehat dalam hubungan parasosial, sekaligus memperluas peran desain grafis sebagai sarana psikoedukasi reflektif di tengah lanskap interaksi digital yang serba cepat.