Abstrak - Aldo Cristopher Junior K
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Alginat merupakan polisakarida yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan. Namun, kebutuhan natrium alginat di Indonesia masih bergantung pada impor akibat keterbatasan teknologi pengolahan, meskipun ketersediaan rumput laut cokelat (Sargassum sp.) sebagai bahan baku sangat melimpah. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari studi sebelumnya mengenai tahap perlakuan asam dengan fokus pada optimasi tahap ekstraksi natrium alginat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi Na?CO?, suhu ekstraksi, dan nisbah pelarut terhadap rumput laut kering terhadap rendemen natrium alginat, serta mengkarakterisasi produk yang dihasilkan dari kondisi dengan rendemen tertinggi. Percobaan menggunakan rancangan faktorial tiga faktor dua level dengan tiga titik pusat. Variabel yang diuji meliputi konsentrasi Na?CO? sebesar 1,6%, 2,0%, dan 2,4% (b/v), suhu ekstraksi 55°C, 60°C, dan 65°C, serta nisbah pelarut terhadap rumput laut kering sebesar 12, 16, dan 20 mL/g. Rendemen natrium alginat dihitung pada seluruh sebelas variasi perlakuan, sedangkan dua variasi dengan rendemen tertinggi dikarakterisasi berdasarkan kadar air, viskositas, gel strength, kemurnian, kadar abu, dan whiteness index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Na?CO? dan nisbah pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen, dengan nisbah pelarut sebagai faktor yang paling dominan. Rendemen tertinggi sebesar 26,54% diperoleh pada konsentrasi Na?CO? 2,4%, suhu 65°C, dan nisbah pelarut 20 mL/g, sedangkan rendemen tertinggi kedua sebesar 25,32% diperoleh pada kondisi yang sama dengan suhu ekstraksi 55°C.
Perpustakaan Digital ITB