Generative Adversarial Networks (GANs) telah berkembang secara luas sebagai
pendekatan generatif untuk menghasilkan citra sintetis dengan tingkat realisme
yang tinggi. Seiring dengan perkembangan aplikasi generative model, kebutuhan
terhadap citra hasil generasi tidak lagi terbatas pada aspek realisme semata, tetapi
juga mencakup berbagai karakteristik visual dan objective tertentu sesuai
kebutuhan domain, seperti kualitas visual, struktur komposisi, maupun preferensi
perseptual lainnya. Kondisi tersebut mendorong integrasi berbagai fungsi loss
tambahan ke dalam proses pelatihan GAN, guna mengarahkan model menghasilkan
citra dengan karakteristik visual yang lebih spesifik. Salah satu karakteristik visual
yang banyak mendapat perhatian adalah aspek estetika, seperti keseimbangan
komposisi dan kualitas warna, karena dinilai mampu meningkatkan kualitas
persepsi terhadap citra yang dihasilkan. Namun, penambahan multiple objectives
pada proses pelatihan GAN menimbulkan permasalahan multi-objective
optimization yang kompleks. Ketidakseimbangan pembobotan antar-loss
berpotensi mengganggu keseimbangan optimasi multi-objektif sehingga
memengaruhi proses adversarial learning dan kualitas model generatif.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka
pembobotan pada GAN multi-objektif serta mengembangkan strategi pembobotan
loss adaptif yang mampu mempertahankan peran adversarial loss sebagai primary
objective sekaligus mengoptimalkan auxiliary objectives untuk menghasilkan
karakteristik visual yang diinginkan.
Penelitian ini mengusulkan strategi hybrid adaptive loss weighting dengan
pendekatan adversarial anchoring, dengan mempertahankan adversarial loss
sebagai primary objective untuk menjaga proses adversarial learning, sementara
auxiliary losses disesuaikan secara dinamis selama pelatihan. Pendekatan ini
diimplementasikan pada framework GAN dengan mengintegrasikan Rule of Thirds
loss dan Colorfulness loss sebagai representasi auxiliary objectives. Untuk
mengevaluasi efektivitas metode yang diusulkan, penelitian membandingkan tiga
strategi pembobotan loss, yaitu static weighting, Gradient Normalization
(GradNorm), dan Dynamic Weight Average (DWA), masing-masing dalam
skenario anchored dan non-anchored. Seluruh eksperimen dilakukan menggunakan
dataset CIFAR-10 dengan evaluasi yang mencakup kualitas generatif, kualitas
ii
estetika, serta stabilitas pelatihan model melalui pengukuran Fréchet Inception
Distance (FID), Inception Score (IS), aesthetic metrics, dan analisis tren loss
selama proses pelatihan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi auxiliary objectives pada GAN
secara konsisten mampu meningkatkan kualitas estetika citra yang dihasilkan tanpa
menyebabkan penurunan yang berarti pada kualitas generatif model. Di antara
strategi pembobotan yang dievaluasi, pendekatan GradNorm dengan adversarial
anchoring memperoleh nilai FID sebesar 71,47 dan IS sebesar 4,82, lebih baik
dibandingkan static weighting (FID 74,31) maupun GradNorm tanpa anchoring
(FID 434,10).
Penelitian ini menghasilkan kerangka pembobotan pada GAN multi-objektif yang
membedakan peran adversarial loss sebagai primary objective dan auxiliary
objectives sebagai tujuan optimasi untuk menghasilkan karakteristik visual tertentu.
Kerangka tersebut diimplementasikan melalui strategi pembobotan hibrida berbasis
adversarial anchoring, yang memberikan kontribusi konseptual dan metodologis
terhadap pengembangan optimasi GAN multi-objektif serta memperluas
pemahaman mengenai peran primary objective dan auxiliary objectives dalam
pembelajaran generative model.
Perpustakaan Digital ITB