Perkembangan industri dalam olahraga saat ini menghadapi tantangan terkait
ketersediaan, ketimpangan kualitas, serta keberlanjutan material, khususnya
penggunaan kulit hewan dan kulit sintetis yang berdampak pada lingkungan.
Kondisi ini mendorong perlunya eksplorasi material alternatif berbasis biomaterial
yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu material potensial
adalah bio-leather berbasis nata de coco yang memiliki struktur selulosa alami dan
peluang pengembangan sebagai material fungsional. Di sisi lain, desain produk
olahraga modern juga dituntut untuk memiliki identitas visual yang kuat dan
relevan dengan identitas. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat perancangan
perlengkapan panahan sebagai medium integrasi antara eksplorasi material bioleather dan reinterpretasi visual tokoh Arjuna dan Srikandi dalam budaya
perwayangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi nata de coco sebagai material
bio-leather yang diaplikasikan pada perlengkapan panahan, serta mengkaji
penerapan ornamen simbol Arjuna dan Srikandi ke dalam desain produk. Metode
yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, wawancara narasumber,
eksperimen pembuatan bio-leather secara mandiri, uji ketahanan dan elastisitas
material, serta eksplorasi ornamen melalui proses distilasi bentuk menjadi elemen
grafis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bio-leather nata de coco memiliki karakter
fleksibel dan potensi yang dapat dikembangkan melalui perlakuan material tertentu,
meskipun masih memiliki keterbatasan dibandingkan kulit konvensional.
Dibandingkan penelitian sejenis yang berfokus pada material atau estetika secara
terpisah, penelitian ini menawarkan pendekatan terpadu antara eksplorasi material,
pengujian, dan perancangan produk dengan muatan identitas budaya, sehingga
membuka peluang pengembangan material berkelanjutan dalam konteks desain
produk olahraga.
Perpustakaan Digital ITB