ABSTRAK Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Muhamad Rafli Permadi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Industri batik sebagai bagian dari industri tekstil menghadapi tantangan lingkungan
berupa tingginya penggunaan bahan baku, air, energi, dan limbah produksi.
Ekonomi sirkular menjadi pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut
melalui penerapan prinsip 9R. Keberhasilan transisi praktik ekonomi sirkular tidak
hanya ditentukan oleh teknologi dan kebijakan, tetapi juga oleh modal manusia
pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran modal manusia pada
pelaku usaha batik dalam mendukung transisi praktik ekonomi sirkular di Kampung
Batik Kauman, Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan pendekatan mixedmethods dengan sifat deskriptif-eksploratif dan pendekatan deduktif. Analisis
kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif terhadap 20 pelaku usaha
batik untuk mengidentifikasi penerapan prinsip 9R, sedangkan analisis kualitatif
dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, studi dokumen, dan
pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi
sirkular telah diterapkan pada seluruh tahapan produksi, namun masih didominasi
oleh prinsip reduce, reuse, repair, dan recycle, sedangkan prinsip ekonomi sirkular
dengan tingkat hierarki yang lebih tinggi masih terbatas. Modal manusia pelaku
usaha didukung oleh pengetahuan praktis, keterampilan teknis, dan pengalaman
pelatihan, tetapi belum sepenuhnya berkembang menjadi kapasitas yang sistematis
dalam mengelola aliran material, mengukur efisiensi penggunaan sumber daya,
serta mengevaluasi proses produksi. Peran modal manusia dipengaruhi oleh faktor
pendorong berupa komitmen kepemimpinan, pola pikir organisasi, model bisnis
inovatif, jejaring dan kolaborasi, dukungan pemerintah, ketersediaan sumber daya,
serta kapasitas modal manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan
finansial, keterbatasan teknologi, rendahnya pengetahuan dan kesadaran,
kompleksitas rantai pasok, keterbatasan regulasi dan insentif, serta keterbatasan
infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal manusia telah berperan
sebagai modal awal dalam mendukung transisi praktik ekonomi sirkular, namun
masih berada pada tahap praktis-transisional sehingga masih memerlukan
penguatan kapasitas melalui peningkatan pengetahuan konseptual, keterampilan
pengelolaan produksi yang terukur, serta pelatihan yang lebih spesifik.
Perpustakaan Digital ITB