DAFTAR PUSTAKA MUHAMMAD RIFQI WARDHANA
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
LAMPIRAN MUHAMMAD RIFQI WARDHANA
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
Di tengah dinamika pariwisata perkotaan, wisatawan bukan satu-satunya kelompok pendatang yang turut membentuk kehidupan ruang kota. Mahasiswa perantau sebagai perantau menjalani aktivitas harian yang menyerupai pola pemanfaatan ruang oleh wisatawan, namun keberadaan mereka relatif jarang diperhitungkan secara setara dengan penduduk lokal dalam kajian maupun pengelolaan pariwisata perkotaan. Kawasan Braga - Asia Afrika di Kota Bandung, sebagai koridor heritage sekaligus pusat aktivitas wisata dan sosial kota, mempertemukan mahasiswa, wisatawan, dan penduduk lokal dalam satu ruang publik dengan pola kepentingan yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan dinamika interaksi sosial yang kompleks, mulai dari kolaborasi hingga potensi konflik pemanfaatan ruang.
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika interaksi sosial antara mahasiswa sebagai perantau, wisatawan, dan penduduk lokal sebagai permanent resident dalam pemanfaatan ruang publik perkotaan, serta mengkaji pengaruh persepsi manfaat dan biaya pariwisata terhadap sikap dukungan pengembangan pariwisata di kawasan pusat Kota Bandung. Sasaran penelitian meliputi mengidentifikasi persepsi manfaat dan biaya pariwisata yang dirasakan mahasiswa dan penduduk lokal, mengidentifikasi pengaruh persepsi manfaat, biaya, dan pola interaksi sosial terhadap sikap dukungan pariwisata, mengidentifikasi karakteristik interaksi sosial antarketiga kelompok pengguna ruang, serta mengidentifikasi perbedaan persepsi dan sikap antara mahasiswa dan penduduk lokal terhadap pariwisata perkotaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif inferensial dengan triangulasi kualitatif, berlandaskan kerangka Social Exchange Theory. Data primer dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada 408 responden (204 mahasiswa dan 204 penduduk lokal Kecamatan Sumur Bandung) yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling, dilengkapi wawancara mendalam
terhadap informan terpilih untuk memperdalam interpretasi temuan statistik. Analisis data mencakup uji validitas dan reliabilitas instrumen, statistik deskriptif, analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh persepsi manfaat, biaya, dan pola interaksi sosial terhadap dukungan pariwisata, serta uji beda untuk membandingkan persepsi antara kedua kelompok, yang kemudian diintegrasikan dengan tema-tema hasil analisis tematik wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat pariwisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap dukungan pariwisata pada kedua kelompok, sementara persepsi biaya tidak terbukti berpengaruh signifikan. Pola interaksi sosial, khususnya rasa saling percaya antarpengguna ruang, terbukti menjadi prediktor paling dominan terhadap dukungan pariwisata, terutama bagi penduduk lokal, sedangkan potensi konflik dipersepsikan rendah oleh kedua kelompok. Uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan, baik statistik maupun praktis, antara persepsi dan sikap mahasiswa dengan penduduk lokal terhadap pariwisata perkotaan, mengindikasikan bahwa mahasiswa perantau layak diperhitungkan sebagai kelompok pengguna ruang publik yang setara dengan penduduk lokal.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Bandung dan pengelola kawasan memprioritaskan penguatan ruang dan program interaksi sosial antarpengguna, membangun program berbasis rasa saling percaya antarpengguna ruang, mempertahankan kualitas infrastruktur dan fasilitas rekreasi sebagai sisi manfaat terkuat, melibatkan mahasiswa sebagai mitra setara dalam forum perencanaan kawasan, serta menyusun panduan pelestarian identitas heritage kawasan sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB