Perkembangan media digital mendorong komik berevolusi ke berbagai bentuk baru,
salah satunya Motion Comic, yaitu medium hibrida yang menggabungkan visual
statis komik dengan elemen gerak berbasis waktu. Meskipun Motion Comic
memiliki potensi untuk menghadirkan pengalaman naratif yang lebih dinamis
dibanding komik statis, kajian mengenai pengaruh elemen gerak terhadap
pengalaman naratif audiens masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbedaan pengalaman naratif antara Motion Comic dan Webcomic,
serta mengidentifikasi bagaimana elemen gerak memengaruhi perhatian,
keterlibatan emosional, imersi, dan pembentukan dunia naratif audiens. Penelitian
menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed methods dengan desain
eksperimen komparatif. Sebanyak 84 partisipan berusia 18–24 tahun mengonsumsi
Motion Comic dan Webcomic dari episode yang sama dengan urutan konsumsi
berbeda. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Story World Absorption Scale
(SWAS) yang mencakup dimensi: attention, transportation, emotional
engagement, dan mental imagery. Data dianalisis menggunakan Mixed ANOVA
dan paired sample t-test. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui Focus Group
Discussion (FGD) dan dianalisis menggunakan thematic analysis berdasarkan
kerangka pengalaman naratif Bilandzic dan Busselle. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Motion Comic menghasilkan skor pengalaman naratif yang lebih tinggi
dibanding Webcomic, khususnya pada keempat dimensi SWAS. Secara kualitatif,
partisipan mengaitkan pengalaman tersebut dengan kombinasi elemen visual pada
Motion Comic yang membuat penyajian cerita lebih meningkatkan fokus,
memperkuat suasana emosional, dan menciptakan pengalaman yang lebih
sinematik dan imersif. Webcomic dinilai memberikan kontrol tempo yang lebih
fleksibel sehingga mempermudah pemahaman cerita, menikmati detail ilustrasi,
dan mengolah dialog maupun eksposisi secara lebih mendalam. Penelitian ini
menunjukkan bahwa Motion Comic non-audio sebagai suatu format media mampu
menghasilkan pengalaman naratif yang lebih mendalam dibandingkan Webcomic.
Penelitian ini berkontribusi pada kajian pengalaman naratif dan media hibrida
dengan menunjukkan bahwa elemen gerak dalam Motion Comic berperan dalam
membentuk perhatian, emosi, dan imersi audiens terhadap dunia cerita, meskipun
kontribusinya tidak dapat dipisahkan dari elemen visual lainnya, seperti warna, efek
visual, transisi, dan pacing.
Perpustakaan Digital ITB