digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan media digital mendorong komik berevolusi ke berbagai bentuk baru, salah satunya Motion Comic, yaitu medium hibrida yang menggabungkan visual statis komik dengan elemen gerak berbasis waktu. Meskipun Motion Comic memiliki potensi untuk menghadirkan pengalaman naratif yang lebih dinamis dibanding komik statis, kajian mengenai pengaruh elemen gerak terhadap pengalaman naratif audiens masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengalaman naratif antara Motion Comic dan Webcomic, serta mengidentifikasi bagaimana elemen gerak memengaruhi perhatian, keterlibatan emosional, imersi, dan pembentukan dunia naratif audiens. Penelitian menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed methods dengan desain eksperimen komparatif. Sebanyak 84 partisipan berusia 18–24 tahun mengonsumsi Motion Comic dan Webcomic dari episode yang sama dengan urutan konsumsi berbeda. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Story World Absorption Scale (SWAS) yang mencakup dimensi: attention, transportation, emotional engagement, dan mental imagery. Data dianalisis menggunakan Mixed ANOVA dan paired sample t-test. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dianalisis menggunakan thematic analysis berdasarkan kerangka pengalaman naratif Bilandzic dan Busselle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motion Comic menghasilkan skor pengalaman naratif yang lebih tinggi dibanding Webcomic, khususnya pada keempat dimensi SWAS. Secara kualitatif, partisipan mengaitkan pengalaman tersebut dengan kombinasi elemen visual pada Motion Comic yang membuat penyajian cerita lebih meningkatkan fokus, memperkuat suasana emosional, dan menciptakan pengalaman yang lebih sinematik dan imersif. Webcomic dinilai memberikan kontrol tempo yang lebih fleksibel sehingga mempermudah pemahaman cerita, menikmati detail ilustrasi, dan mengolah dialog maupun eksposisi secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa Motion Comic non-audio sebagai suatu format media mampu menghasilkan pengalaman naratif yang lebih mendalam dibandingkan Webcomic. Penelitian ini berkontribusi pada kajian pengalaman naratif dan media hibrida dengan menunjukkan bahwa elemen gerak dalam Motion Comic berperan dalam membentuk perhatian, emosi, dan imersi audiens terhadap dunia cerita, meskipun kontribusinya tidak dapat dipisahkan dari elemen visual lainnya, seperti warna, efek visual, transisi, dan pacing.