Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan dan kepuasan
pelanggan di QC Pet Care dengan mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan
kualitatif guna memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap kinerja
layanan serta strategi perbaikannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya
ketidakkonsistenan dalam penyampaian layanan di QC Pet Care yang
menyebabkan ketidakpuasan pelanggan serta kinerja pendapatan yang tidak
stabil, sehingga diperlukan pendekatan perbaikan operasional yang terstruktur.
Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara dimensi SERVQUAL dan
kepuasan pelanggan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner
SERVQUAL yang disebarkan kepada 126 pelanggan QC Pet Care. Jumlah
sampel ini telah memenuhi batas minimum sebanyak 125 responden berdasarkan
aturan “10-times rule” dari Hair et al., sehingga dinilai memadai untuk analisis
PLS-SEM. Selain itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara
semi-terstruktur dan pertanyaan terbuka kepada pelanggan serta staf untuk
menggali penyebab mendasar dari kesenjangan kualitas layanan.
Hasil analisis kesenjangan SERVQUAL menunjukkan bahwa seluruh dimensi
kualitas layanan memiliki nilai gap negatif, dengan dimensi keandalan
(reliability) menunjukkan kesenjangan terbesar, yang mengindikasikan bahwa
layanan belum secara konsisten memenuhi janji yang diberikan kepada
pelanggan. Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa dimensi keandalan
merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, diikuti
oleh daya tanggap (responsiveness) dan jaminan (assurance). Temuan kualitatif
mendukung hasil tersebut dengan mengidentifikasi adanya permasalahan
operasional seperti prosedur layanan yang tidak jelas, komunikasi yang tidak
konsisten, serta belum adanya standar operasional yang baku.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan perancangan sistem
operasional yang terstandarisasi bagi QC Pet Care, yang meliputi pengembangan
service blueprint, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), mekanisme
pengendalian harian, serta kerangka perbaikan berkelanjutan berbasis siklus
Plan–Do–Check–Act (PDCA). Implementasi solusi ini diharapkan dapat
meningkatkan konsistensi layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta
mendukung kinerja bisnis yang berkelanjutan.
Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara akademis maupun praktis
dengan menunjukkan bagaimana analisis berbasis SERVQUAL dapat
diintegrasikan dengan perancangan sistem operasional untuk menghasilkan
solusi yang aplikatif pada bisnis jasa skala kecil.
Perpustakaan Digital ITB