digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Prabandaru Samuel K
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Non-Revenue Water (NRW) masih menjadi tantangan bagi PDAM karena berkaitan dengan kehilangan air fisik dan komersial, efisiensi operasi, serta keberlanjutan pelayanan. Teknologi digital dapat mendukung pengendalian NRW, tetapi proses implementasinya masih diperhadapkan dengan sejumlah tantangan, termasuk dari kapabilitas dan perencanaan dari PDAM itu sendiri, yang membuat strategi tersebut tidak sepenuhnya optimal dan tepat untuk diterapkan di setiap utilitas air. Penelitian ini bertujuan menyusun framework penetapan prioritas implementasi teknologi digital untuk PDAM dalam rangka mengurangi NRW. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan PDAM Kota Bandung sebagai tinjauan utama, PDAM Kota Malang sebagai benchmarking, serta PDAM Cimahi sebagai penunjang analisis. Penetapan prioritas dilakukan dengan mengintegrasikan kesiapan internal (Ri) yang dinilai menggunakan Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), dampak teknologi terhadap NRW (Di), kelayakan finansial masing-masing teknologi (Fi), serta ketergantungan dan prasyarat antarteknologi (Ki). Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan prioritas teknologi untuk kehilangan air fisik meliputi GIS, flow sensor, meter induk, leak detector, pressure sensor, dan PRV, sedangkan pada kehilangan air komersial, CIS - billing system memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan smart water meter. Hasil tersebut selanjutnya disusun dalam framework yang mengarahkan implementasi secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi data dan proses, penguatan monitoring dan respons operasional, hingga integrasi dan optimasi sistem. Nilai prioritas yang diperoleh bersifat relatif terhadap kriteria, bobot, dan kondisi yang digunakan dalam penilaian, sehingga penerapan framework pada PDAM lain memerlukan penyesuaian terhadap kondisi aktual masing-masing utilitas.