RSUD Jampangkulon dituntut untuk meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan memenuhi Indikator Nasional Mutu (INM) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun secara internal, strategi untuk mencapainya belum tergambar jelas, baik mengenai langkah yang perlu dilakukan maupun siapa yang harus bertanggung jawab. Di sisi lain, indikator kinerja yang dilaporkan ke pihak eksternal sudah banyak, tetapi praktiknya masih berfokus pada kepatuhan pelaporan. Indikator tersebut belum dimanfaatkan sebagai bahan monitoring dan evaluasi internal, sehingga masalah yang muncul, akar penyebabnya, serta kontribusi tiap unit terhadap masalah tersebut sulit ditelusuri dan ditindaklanjuti secara konsisten.
Penelitian ini bertujuan merancang kerangka strategi dan manajemen kinerja yang ringan, berbasis KPI yang sudah familiar, serta dapat di cascade dari level rumah sakit ke bagian, bidang, dan unit kerja. Metode yang digunakan menggabungkan Systematic Literature Review dan Value Focused Thinking untuk memilih pendekatan, kemudian menyusun Balanced Scorecard sebagai strategy framework dengan panduan Nine Steps to Success melalui analisis dokumen, pemetaan proses, dan diskusi terarah dengan pemangku kepentingan.
Hasil penelitian berupa strategy map dan strategic objectives, pemilihan KPI inti beserta KPI dictionary, serta rancangan cascading yang memperjelas pembagian peran dan akuntabilitas. Kesimpulannya, rancangan ini mengubah KPI dari sekadar angka pelaporan eksternal menjadi alat kontrol dan pengarah strategi, sekaligus memperjelas kepemilikan KPI dalam pengelolaan kinerja internal
Perpustakaan Digital ITB