Abstrak - Sebastian Ansell Brianto
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kinerja aerodinamika sayap pesawat sangat bergantung pada efisiensi
sistem high-lift, khususnya pada fase lepas landas (take-off) dan pendaratan
(landing). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan koefisien gaya angkat (????????)
pada sudut serang evaluasi yang dipilih di sekitar kondisi stall melalui optimasi
konfigurasi perangkat high-lift berupa slat dan flap. Optimasi difokuskan pada
pengaturan celah (gap) dan jarak tumpang tindih (overlap) pada flap dan slat agar
konfigurasi yang diperoleh mampu menghasilkan performa aerodinamika yang
lebih baik dibandingkan kondisi dasar.
Metodologi penelitian mencakup penentuan ruang variabel desain,
perancangan sampel menggunakan metode Latin Hypercube Sampling (LHS), serta
pelaksanaan simulasi numerik berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD).
Selanjutnya, beberapa model pengganti (surrogate model) dibangun dan dievaluasi
untuk merepresentasikan hubungan antara variabel desain dan respons
aerodinamika. Surrogate model terpilih kemudian digunakan sebagai fungsi
evaluasi dalam Genetic Algorithm (GA) untuk melakukan pencarian konfigurasi
perangkat high-lift yang optimal berdasarkan nilai koefisien gaya angkat pada
kondisi evaluasi yang ditetapkan.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini membentuk suatu kerangka
optimasi yang mengintegrasikan LHS, CFD, surrogate model, dan GA untuk
peningkatan performa aerodinamika airfoil multielemen. Desain optimum yang
diperoleh menghasilkan koefisien gaya angkat sebesar 4,4085 berdasarkan
verifikasi CFD, dibandingkan dengan 4,1211 pada konfigurasi dasar, sehingga
diperoleh peningkatan sebesar 6,97%.
Perpustakaan Digital ITB