digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Sebastian Ansell Brianto
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kinerja aerodinamika sayap pesawat sangat bergantung pada efisiensi sistem high-lift, khususnya pada fase lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan koefisien gaya angkat (????????) pada sudut serang evaluasi yang dipilih di sekitar kondisi stall melalui optimasi konfigurasi perangkat high-lift berupa slat dan flap. Optimasi difokuskan pada pengaturan celah (gap) dan jarak tumpang tindih (overlap) pada flap dan slat agar konfigurasi yang diperoleh mampu menghasilkan performa aerodinamika yang lebih baik dibandingkan kondisi dasar. Metodologi penelitian mencakup penentuan ruang variabel desain, perancangan sampel menggunakan metode Latin Hypercube Sampling (LHS), serta pelaksanaan simulasi numerik berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Selanjutnya, beberapa model pengganti (surrogate model) dibangun dan dievaluasi untuk merepresentasikan hubungan antara variabel desain dan respons aerodinamika. Surrogate model terpilih kemudian digunakan sebagai fungsi evaluasi dalam Genetic Algorithm (GA) untuk melakukan pencarian konfigurasi perangkat high-lift yang optimal berdasarkan nilai koefisien gaya angkat pada kondisi evaluasi yang ditetapkan. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini membentuk suatu kerangka optimasi yang mengintegrasikan LHS, CFD, surrogate model, dan GA untuk peningkatan performa aerodinamika airfoil multielemen. Desain optimum yang diperoleh menghasilkan koefisien gaya angkat sebesar 4,4085 berdasarkan verifikasi CFD, dibandingkan dengan 4,1211 pada konfigurasi dasar, sehingga diperoleh peningkatan sebesar 6,97%.