digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak Hasanah
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Hasanah
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Jangkrik kalung (Gryllus bimaculatus) merupakan salah satu serangga yang berpotensi sebagai sumber protein alternatif karena memiliki kandungan protein tinggi. efisiensi konversi pakan yang baik. serta membutuhkan sumber daya budidaya yang relatif rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas nutrisi jangkrik adalah melalui penambahan daun singkong (Manihot esculenta) sebagai pakan pendamping yang mengandung protein, air, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan pur dengan penambahan daun singkong terhadap pertumbuhan dan kandungan proksimat jangkrik kalung. Penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu pakan pur sebagai kontrol dan pakan pur dengan penambahan daun singkong diulang sebanyak dua kali. Parameter yang diamati meliputi pertambahan panjang tubuh, pertambahan bobot tubuh, biomassa panen, feed intake (FI), feed conversion ratio (FCR), survival rate (SR), mortality rate (MR), populasi akhir, serta kandungan proksimat yang terdiri atas kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, dan energi total. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Independent Samples t-test pada taraf signifikansi 5% dengan 10 sampel pada kelompok kontrol dan 10 sampel pada kelompok perlakuan sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun singkong meningkatkan panjang tubuh akhir dari 2,122 ± 0,217 cm menjadi 2,543 ± 0,207 cm dan bobot tubuh akhir dari 0,602 ± 0,088 g menjadi 0,721 ± 0,100 g. Biomassa panen juga meningkat ditunjukkan oleh bobot basah dari 97,25 ± 15,65 g menjadi 135,42 ± 9,30 g dan bobot kering dari 28,60 ± 4,61 g menjadi 50,24 ± 1,72 g. Selain itu, survival rate meningkat dari 64,40% menjadi 80,40%, sedangkan mortality rate menurun dari 35,60% menjadi 19,60% dengan nilai FCR menurun dari 0,83 menjadi 0,77. Analisis proksimat menunjukkan bahwa pemberian daun singkong meningkatkan kadar protein (58,05% menjadi 58,73%) dan abu (4,07% menjadi 4,87%), sedangkan kadar lemak (28,16% menjadi 27,92%), karbohidrat (9,71% menjadi 8,47%), dan energi total (524,54 menjadi 520,12 kkal/100 g BK) mengalami penurunan. Pemodelan logistik menunjukkan bahwa pertumbuhan jangkrik pada perlakuan daun singkong mengikuti kurva sigmoid dengan persamaan y(t) = 0,96/1 + EXP(-0,19 × (t - 34,12)) dengan nilai R 2 adalah 0,99. Selain itu, penambahan daun singkong sebagai pakan pendamping mampu meningkatkan pertumbuhan panjang dan bobot tubuh jangkrik kalung sehingga berpotensi diterapkan sebagai pakan alternatif dalam budidaya Gryllus bimaculatus.