digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dam-break merupakan peristiwa yang memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kerusakan yang masif. Penelitian ini mengkaji strategi mitigasi fenomena dam-break dan partial dam-break berupa penempatan hambatan di daerah hilir dan penggunaan pompa untuk mengurangi aliran air. Model yang digunakan adalah Persamaan Air Dangkal dua dimensi, dengan solusi numerik dihitung menggunakan metode volume hingga. Hasil simulasi kemudian divalidasi terhadap solusi analitik dan hasil eksperimen yang tersedia. Efektivitas dihitung melalui pengurangan aliran air yang melalui hilir saat bentuk mitigasi tersebut dilakukan. Hambatan berbentuk segitiga dan trapesium memberikan efektivitas sebesar 60,41% dan 63,85% dalam mengurangi aliran ke daerah hilir. Di sisi lain, konfigurasi dua pilar dan satu pilar memiliki efektivitas 24,05% dan 20,77%. Hasil simulasi juga menunjukkan pengaruh penggunaan pompa dalam mitigasi fenomena partial dam-break bersifat lokal. Selain itu, dilakukan juga analisis sensitivitas terhadap parameter-parameter model, yaitu lebar celah bendungan, kekasaran dasar, dan intensitas hujan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa celah bendungan yang semakin lebar memberikan debit aliran yang lebih besar. Kemudian, dasar yang semakin kasar mengurangi kecepatan propagasi aliran. Selain itu, peningkatan intensitas hujan menyebabkan peningkatan tinggi muka air dan penurunan kecepatan aliran. Hasil ini menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu mendeskripsikan fenomena dam-break secara akurat sekaligus mengevaluasi efektivitas berbagai strategi mitigasi.