Dam-break merupakan peristiwa yang memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi
menyebabkan kerusakan yang masif. Penelitian ini mengkaji strategi mitigasi
fenomena dam-break dan partial dam-break berupa penempatan hambatan di
daerah hilir dan penggunaan pompa untuk mengurangi aliran air. Model yang
digunakan adalah Persamaan Air Dangkal dua dimensi, dengan solusi numerik
dihitung menggunakan metode volume hingga. Hasil simulasi kemudian divalidasi
terhadap solusi analitik dan hasil eksperimen yang tersedia. Efektivitas dihitung
melalui pengurangan aliran air yang melalui hilir saat bentuk mitigasi tersebut
dilakukan. Hambatan berbentuk segitiga dan trapesium memberikan efektivitas
sebesar 60,41% dan 63,85% dalam mengurangi aliran ke daerah hilir. Di sisi
lain, konfigurasi dua pilar dan satu pilar memiliki efektivitas 24,05% dan 20,77%.
Hasil simulasi juga menunjukkan pengaruh penggunaan pompa dalam mitigasi
fenomena partial dam-break bersifat lokal. Selain itu, dilakukan juga analisis
sensitivitas terhadap parameter-parameter model, yaitu lebar celah bendungan,
kekasaran dasar, dan intensitas hujan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa celah
bendungan yang semakin lebar memberikan debit aliran yang lebih besar.
Kemudian, dasar yang semakin kasar mengurangi kecepatan propagasi aliran.
Selain itu, peningkatan intensitas hujan menyebabkan peningkatan tinggi muka
air dan penurunan kecepatan aliran. Hasil ini menunjukkan bahwa model yang
digunakan mampu mendeskripsikan fenomena dam-break secara akurat sekaligus
mengevaluasi efektivitas berbagai strategi mitigasi.
Perpustakaan Digital ITB