digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Samudro Cikal Pangkapi
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Ruang kelas memberikan stimulus visual, aural, termal, dan kualitas udara secara simultan, namun banyak penelitian terdahulu masih mengevaluasi keempat aspek tersebut secara terpisah dan belum menghubungkan parameter Indoor Environmental Quality (IEQ) objektif, persepsi subjektif, kenyamanan, serta performa belajar dalam satu kerangka struktural. Penelitian ini bertujuan menemukan model persamaan struktural dengan goodness of fit terbaik untuk memprediksi kenyamanan dan performa, sekaligus menguraikan pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabelnya. Data sekunder yang digunakan merupakan pengukuran in situ dan kuesioner dari 9 ruang kelas di ITB. Indikator semantik direduksi melalui analisis CFA, uji reliabilitas, dan validitas konvergen. Parameter fisik diseleksi melalui regresi linear sehingga diperoleh iluminansi (E), tingkat kebisingan ekuivalen (Leq), temperatur udara (T), dan konsentrasi PM2.5. Tiga model kompetitif berupa model hybrid, model objektif, dan model subjektif diestimasi menggunakan Robust Maximum Likelihood dan dibandingkan berdasarkan RMSEA, SRMR, CFI, TLI, serta koefisien determinasi. Model hybrid tidak berhasil memenuhi uji kecocokan model. Model objektif memiliki kecocokan statistik terbaik, tetapi hanya menjelaskan 29,5% varians kenyamanan. Model subjektif ditetapkan sebagai model terbaik karena memenuhi kriteria kelayakan dengan daya jelas tertinggi, yaitu R² sebesar 0,838 untuk kenyamanan dan 0,425 untuk performa. Pada model tersebut, kenyamanan diprediksi oleh persepsi termal (? = 0,790) dan persepsi visual (? = 0,178), sedangkan performa diprediksi oleh kenyamanan (? = 0,455) dan persepsi aural (? = 0,262); persepsi kualitas udara berpengaruh melalui persepsi termal (? = 0,915).