digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lingkungan bisnis di industri pertambangan batubara sudah seharusnya memiliki jalur distribusi yang memainkan peranan penting dalam menjaga kontinuitas produksi, terutama ketika alur logistik menggunakan navigasi sungai yang sangat bergantung pada fluktuasi permukaan air musiman. Studi ini meneliti kelayakan finansial dan kontribusi strategis Proyek Jalan Angkut Batubara dan Dermaga Muara Pahu yang sedang dikembangkan oleh Bangun Group di Kalimantan Timur, Indonesia. Dengan jaringan logistik berbasis sungai perusahaan, proyek ini diinisiasi untuk mengatasi gangguan transportasi yang berulang yang dapat memengaruhi jalur distribusi batubara. Untuk tujuan studi ini, pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan model Penganggaran Modal, Arus Kas Terdiskonto (DCF), Analisis Biaya Manfaat (CBA), dan juga Analisis Sensitivitas. Kelayakan finansial dievaluasi menggunakan beberapa alat finansial seperti Nilai Sekarang Bersih (NPV), Tingkat Pengembalian Internal (IRR), Pengembalian Investasi (ROI), Periode Pengembalian Modal, dan Rasio Manfaat Biaya (BCR). Bersama-sama, alat-alat ini memberikan penilaian terintegrasi baik terhadap kinerja keuangan proyek maupun nilai strategis jangka panjangnya. Sebagai parameter, analisis ini didasarkan pada investasi modal awal sekitar USD 500 juta, referensi harga batubara pada USD 80 per metrik ton, dan tingkat diskonto sebesar 10 persen. Hasilnya menunjukkan bahwa proyek ini menghasilkan sisi keuangan yang baik seperti : NPV positif, IRR jauh di atas tingkat pengembalian yang dibutuhkan, ROI yang kuat, periode pengembalian yang relatif singkat, dan BCR sebesar 3,18. Analisis Sensitivitas juga digunakan untuk menguji perubahan volume transportasi, tarif transportasi, biaya operasional, dan tingkat diskonto yang menunjukkan bahwa investasi tetap layak secara finansial di bawah semua skenario yang dievaluasi. Di luar semua kinerja keuangan yang telah diuji, proyek ini juga menemukan manfaat operasional dan strategis tambahan yang substansial. Infrastruktur logistik baru, peningkatan keandalan transportasi, pengurangan risiko keterlambatan distribusi yang disebabkan oleh kondisi sungai musiman, peningkatan fleksibilitas operasional, mendukung perluasan produksi di masa depan, serta menciptakan peluang untuk pemanfaatan infrastruktur oleh pengguna pihak ketiga. Temuan ini menunjukkan bahwa Proyek Jalan Angkut Batubara dan Dermaga Muara Pahu bukan hanya investasi yang menarik secara finansial, tetapi juga aset logistik strategis yang mampu memperkuat ketahanan operasional jangka panjang dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan Bangun Group.