COVER Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Nada Salma Nabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kabupaten Bandung telah beberapa kali terjadi bencana banjir, yang disebabkan sungai sudah tidak mampu menampung air yang datang. Kondisi ini mendorong untuk melihat kondisi ekologi di area Sungai Cikeruh. Sungai Cikeruh mengalir di dua daerah yaitu Kabupaten Bandung dan Sumedang, yang berperan dalam mendukung fungsi ekologi dan hidrologinya. Tujuan penelitian untuk menilai kualitas vegetasi riparian Sungai Cikeruh berdasarkan indeks QBR (Qualitat del Bosc de Ribera) dengan indikator total cover, cover structure, cover quality vegetasi dan channel alteration pada zona riparian. Penilaian dilakukan dengan mengobservasi zona riparian Sungai Cikeruh. Metode QBR-GIS digunakan dengan menggunakan parameter penginderaan jauh Normalized Difference Vegetation Index, Soil Adjusted Vegetation Index, Canopy Height Model, slope, dan Normalized Difference Built-up Index. Pemilihan lokasi dilakukan menggunakan metode stratified random sampling untuk menggambarkan variasi kondisi lingkungan sepanjang aliran sungai. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan kondisi kualitas vegetasi riparian yang jelas antara bagian hulu, tengah, dan hilir Sungai Cikeruh, baik berdasarkan analisis lapangan maupun spasial. Pada bagian hulu nilai QBR lapangan sebesar 100, 100, dan 55 yang termasuk dalam kategori natural hingga fair. Pada bagian tengah Sungai Cikeruh, kondisi vegetasi riparian menunjukkan variasi yang lebih tinggi dengan nilai QBR lapangan sebesar 55 (fair), 75 (good), dan 23.32 (bad). Sementara itu, pada bagian hilir Sungai Cikeruh, kondisi vegetasi riparian mengalami degradasi yang signifikan dengan nilai QBR lapangan sebesar 30, 35, dan 30 yang seluruhnya berada dalam kategori poor. Secara hidrologi, kondisi ini berdampak pada meningkatnya kekeruhan air, fluktuasi debit yang lebih tinggi, serta peningkatan frekuensi banjir, terutama pada hilir Sungai Cikeruh yang berada pada Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas vegetasi riparian di Sungai Cikeruh mengalami gradasi yang sistematis dari hulu ke hilir
sebagai respons terhadap intensitas tekanan antropogenik. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya tekanan aktivitas manusia. Hasil analisis QBR berbasis GIS konsisten dengan data lapangan, menunjukkan bahwa parameter spasial (NDVI, SAVI, CHM, slope, NDBI) efektif dalam merepresentasikan kondisi biotik riparian secara cepat dalam skala luas. Terdapat hubungan yang kuat antara nilai QBR dengan kondisi hidrologi, dimana QBR dengan nilai tinggi memiliki kondisi hidrologi lebih baik, sedangkan QBR dengan nilai rendah memiliki kondisi hidrologi kurang baik.
Perpustakaan Digital ITB