The Papandayan merupakan salah satu hotel yang sudah berdiri cukup lama di Kota Bandung, dan berdasarkan penelitian pra-survey cukup menggambarkan bahwa brand awareness publik terhadap The Papandayan sudah cukup baik. Namun disinilah yang perlu menjadi perhatian bahwa meskipun sebuah brand sudah memiliki tingkat awareness yang baik, belum tentu brand tersebut menjadi pilihan pertama bagi publik atau dengan kata lain belum memiliki positioning yang baik di benak konsumen. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi brand positioning dari The Papandayan agar The Papandayan mampu mempertahankan daya saingnya di tengah banyaknya bermunculan hotel – hotel baru di kota Bandung
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, dan juga observasi langsung. Peneliti menggunakan kerangka teoretis dari Ghodeswar untuk mengetahui positioning The Papandayan saat ini sehingga dapat diusulkan beberapa strategi baru. Penyelesaian masalah dilakukan dengan melihat kondisi eksisting dari strategi brand positioning The Papandayan, kemudian diusulkan strategi baru agar brand positioningnya menjadi lebih efektif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa untuk membangun brand positioning yang baik, The Papandayan harus memperhatikan beberapa hal seperti mengkomunikasikan brand dengan baik kepada public, kemudian menunjukkan kinerja brand yang baik serta mempertahankan ekuitas merek yang optimal di mata public sehinga pada akhirnya The Papandayan bisa menjadi pilihan pertama bagi turis yang berkunjung ke kota Bandung. Adapun beberapa solusi yang bisa diusulkan antara lain dengan memanfaatkan kerjasama dengan beberapa travel agent baik online maupun offline, serta mengadakan berbagai kegiatan offline yang diharapkan dapat membentuk positioning tertentu dan meningkatkan keinginan public untuk menginap di The Papandayan ataupun menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di The Papandayan.
Perpustakaan Digital ITB