digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi garam moksifloksasin-asam fenamat: asam mefenamat, asam niflumat, dan asam flufenamat untuk mengetahui dampaknya terhadap kelarutan dan stabilitas yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Garam dibuat menggunakan metode slurry dan dilanjut dengan analisis keadaan padat menggunakan elektrotermal dan Powder X-ray Diffraction (PXRD) untuk mengonfirmasi terbentuknya sistem padatan baru, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan ^1H-Nuclear Magnetic Resonance (^1H-NMR) untuk menentukan struktur interaksi antara moksifloksasin dengan asamasam tersebut. Uji kelarutan garam dilakukan menggunakan spektrofotometer UV derivatif dan uji stabilitas (75 ± 5,0% RH/25 ± 3°C) dievaluasi menggunakan FTIR dan PXRD. Hasil karakterisasi PXRD menunjukkan senyawa baru yang terbentuk merupakan garam amorf. Karakterisasi dengan FTIR dan ^1H-NMR mengonfirmasi adanya interaksi ionik pada garam moksifloksasin–asam niflumat (MN) 1:1 dan moksifloksasin–asam flufenamat (MF) 1:1, serta interaksi ionik yang disertai ikatan hidrogen pada garam moksifloksasin–asam mefenamat (MM) 2:1. Seluruh sistem garam menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan empat minggu berdasarkan hasil analisis dengan PXRD dan FTIR. Pembentukan garam tersebut meningkatkan kelarutan ketiga asam fenamat secara signifikan dalam medium dapar KCl pH 2 dan hanya meningkatkan kelarutan asam mefenamat dalam medium dapar fosfat pH 6.8, tetapi menurunkan kelarutan moksifloksasin baik dalam medium dapar KCl pH 2, maupun medium dapar fosfat pH 6.8