Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi garam moksifloksasin-asam
fenamat: asam mefenamat, asam niflumat, dan asam flufenamat untuk mengetahui dampaknya
terhadap kelarutan dan stabilitas yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Garam dibuat
menggunakan metode slurry dan dilanjut dengan analisis keadaan padat menggunakan
elektrotermal dan Powder X-ray Diffraction (PXRD) untuk mengonfirmasi terbentuknya sistem
padatan baru, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan ^1H-Nuclear Magnetic
Resonance (^1H-NMR) untuk menentukan struktur interaksi antara moksifloksasin dengan asamasam tersebut. Uji kelarutan garam dilakukan menggunakan spektrofotometer UV derivatif dan uji
stabilitas (75 ± 5,0% RH/25 ± 3°C) dievaluasi menggunakan FTIR dan PXRD. Hasil karakterisasi PXRD
menunjukkan senyawa baru yang terbentuk merupakan garam amorf. Karakterisasi dengan FTIR
dan ^1H-NMR mengonfirmasi adanya interaksi ionik pada garam moksifloksasin–asam niflumat
(MN) 1:1 dan moksifloksasin–asam flufenamat (MF) 1:1, serta interaksi ionik yang disertai ikatan
hidrogen pada garam moksifloksasin–asam mefenamat (MM) 2:1. Seluruh sistem garam
menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan empat minggu berdasarkan hasil
analisis dengan PXRD dan FTIR. Pembentukan garam tersebut meningkatkan kelarutan ketiga asam
fenamat secara signifikan dalam medium dapar KCl pH 2 dan hanya meningkatkan kelarutan asam
mefenamat dalam medium dapar fosfat pH 6.8, tetapi menurunkan kelarutan moksifloksasin baik
dalam medium dapar KCl pH 2, maupun medium dapar fosfat pH 6.8
Perpustakaan Digital ITB