Keterbatasan media pembelajaran berbasis eksperimen menyebabkan pengamatan
perubahan parameter lingkungan pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis
belum dapat dilakukan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan
membangun sistem monitoring lingkungan berbasis Arduino sebagai media
pembelajaran efek gas rumah kaca dan fotosintesis, menguji kinerja sistem dalam
mengukur parameter lingkungan pada kondisi yang berbeda, serta menyusun
modul ajar eksperimen. Sistem yang dikembangkan berupa greenhouse dua ruang
berbasis Arduino yang dilengkapi sensor MQ135, DHT22, dan LDR. Data hasil
pengukuran ditampilkan secara real-time melalui LCD dan Graphical User Interface
(GUI), kemudian diuji melalui model efek gas rumah kaca dan eksperimen
fotosinteisis pada kondisi terang dan gelap. Hasil kalibrasi menunjukkan sensor
LDR memiliki nilai R² sebesar 0,9803 dan 0,9725, sedangkan sensor MQ135
memberikan performa terbaik menggunakan regresi polinomial dengan nilai R²
sebesar 0,850 dan 0,975. Sensor DHT22 menghasilkan nilai MAE sebesar 0,836°C
dan 1,418°C, serta RMSE sebesar 1,070°C dan 1,657°C. Pada eksperimen
fotosintesis, konsentrasi CO? pada ruang terang menurun dari 105 ppm menjadi
89,13 ppm, sedangkan pada ruang gelap meningkat dari 173 ppm menjadi 201,67
ppm selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring
yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran dan visualisasi suhu,
kelembaban, konsentrasi CO?, dan intensitas cahaya secara real-time pada berbagai
kondisi eksperimen. Selain menghasilkan instrumen yang berfungsi dengan baik,
penelitian ini juga menghasilkan modul ajar eksperimen sebagai panduan
penggunaan sistem pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis di jenjang
IPA SMP, Fisika SMA, dan Biologi SMA.
Perpustakaan Digital ITB