digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-COVER.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-BAB_I.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-BAB_II.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-BAB_III.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-BAB_IV.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-BAB_V.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-PUSTAKA.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_MUHAMMAD_ADRIAN_ILMAN_1-BAB_VI.pdf
Terbatas  Wulan Nurhasanah
» Gedung UPT Perpustakaan

Studi mengenai fenomena sensitisasi dan butir dendrit hingga kini sudah banyak dilakukan, namun banyaknya parameter yang harus dipertimbangkan dan sulit melakukan observasi secara langsung membuat fenomena tersebut masih sulit dipahami oleh para peneliti. Metode komputasi menjadi alternatif yang dapat melampaui hambatan tersebut dalam proses studi. Salah satu metode komputasi yang bisa dikembangkan untuk tujuan ini adalah menggunakan metode PhaseField. Dalam penelitian ini dilakukan studi berkaitan kinetika dari sensitisasi pada baja tahan karat dan pertumbuhan butir dendrit pada bagian filler metal dengan mengambil contoh kasus dissimilar-metal welding. Data filler material dan baja tahan karat mengambil rujukan dari data material baja tahan karat SS304. Studi kinetika dilakukan dengan pendekatan 1 Dimensi sedangkan studi morfologi dendrit dengan pendekatan 2 Dimensi. Model matematika persamaan phase-field diturunkan dari persamaan Ginzburg-Landau mengikuti model Allen-Cahn dan model phase-field yang didapatkan diselesaikan secara numerik mengikuti metode finite difference. Penulisan program komputasi dilakukan menggunakan FORTRAN90 dan begitu pula kompilasinya. Visualisasi 1 Dimensi menggunakan Plots32, sedangkan 2 Dimensi menggunakan MicroAVS V.21. Hasil visualisasi kinetika sensitisasi menunjukkan kurva phase-field hasil simulasi terbilang cukup stabil, namun jarak antara profil awal dan profil akhir dari kurva terpantau jauh, sehingga diperlukan variasi parameter phase-field. Didapatkan bahwa variasi interface thickness memberikan hasil yang paling signifikan dibandingkan variasi parameter lainnya. Sedangkan untuk visualisasi morfologi dendrit, didapatkan kesimpulan bahwa variasi parameter nilai ?T mempengaruhi laju pertumbuhan butir dendrit dimana nilai ?T=0.5 memberikan besar butir yang paling besar.