Abstrak - Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Christopher Richard Chandra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pembelajaran daring menjadi salah satu solusi untuk mendukung pemerataan pendidikan
dan meningkatkan fleksibilitas proses belajar mengajar. Namun, efektivitas
pembelajaran daring sangat dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan peserta didik selama
proses pembelajaran berlangsung. Untuk membantu proses pemantauan keterlibatan
tersebut, sistem pembelajaran daring dapat dilengkapi dengan sistem engagement
recognition yang mampu menganalisis kondisi pengguna secara otomatis.
Akan tetapi, implementasi sistem engagement recognition masih menghadapi berbagai
tantangan, seperti kondisi pencahayaan rendah, variasi pose wajah, kualitas citra
yang rendah, serta oklusi pada area wajah pengguna. Kondisi tersebut menyebabkan
proses deteksi wajah dan ekstraksi fitur menjadi kurang optimal sehingga dapat
memengaruhi performa sistem dalam mengenali keterlibatan pengguna. Berdasarkan
permasalahan tersebut, penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan
mengimplementasikan sebuah sistem pemrosesan citra yang dapat mendukung proses
engagement recognition pada pembelajaran daring. Sistem yang dikembangkan
meliputi peningkatan kualitas citra pada kondisi pencahayaan rendah, deteksi wajah,
facial landmarking, ekstraksi fitur wajah, serta pembentukan representasi fitur untuk
mendukung proses klasifikasi keterlibatan (engagement recognition)pengguna.
Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan informasi probabilitas emosi dan arah
pandangan pengguna sebagai fitur tambahan dalam proses analisis keterlibatan. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa sistem pemrosesan citra yang dikembangkan mampu
menghasilkan representasi fitur wajah yang lebih kaya dibandingkan pemrosesan
dasar. Penerapan proses penyeimbangan dataset juga meningkatkan kemampuan
model dalam mengenali kelas minoritas yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai F1-
score pada kelas nol dari 0,00 menjadi 0,67 dan pada kelas satu dari 0,11 menjadi
0,53. Meskipun peningkatan tersebut diikuti oleh penurunan performa pada beberapa
kelas mayoritas, hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses balancing membantu
mengurangi bias model terhadap distribusi data yang tidak seimbang. Secara keseluruhan,
penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi enhancement citra, ekstraksi
fitur lokal wajah, serta analisis perilaku visual pengguna dapat digunakan untuk
mendukung proses engagement recognition pada sistem pembelajaran daring.
Perpustakaan Digital ITB