Majalaya telah lama dikenal sebagai sentra industri tekstil, namun inovasi motif
tenun lokal cenderung tidak terlalu berkembang, didominasi oleh pola geometris
tradisional tanpa eksplorasi mendalam terhadap kekayaan alam dan narasi
lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan motif baru yang
terinpirasi dari Sungai Citarum dan tidak menambah beban polutan yang dihasilkan
dari proses penenunan Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan pendekatan Design Thinking bertujuan agar dapat mengidentifikasi kendala,
penenun dan masyarakat lokal.
Tahap kualitatif dengan pendekatan berfokus pada riset mendalam melalui studi
literatur, wawancara dengan pengrajin, serta observasi partisipatif di sekitar Sungai
Citarum untuk mengumpulkan data. Data ini kemudian diproses melalui lima fase
Design Thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test) untuk menjamin
pengembangan motif yang inovatif dan teruji. Hasil penelitian ini adalah prototype
motif tenun Majalaya berbasis Citarum yang merupakan stilasi dari elemen alam
seperti riak air, bentuk bunga tarum, dan bentuk daun tarum. Motif ini
dikembangkan dengan mempertimbangkan kesesuaian teknis implementasinya
pada Alat Tenun Mesin (ATM) yang digunakan oleh industri Majalaya.
Perpustakaan Digital ITB