digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Nilai tanah ditentukan berdasarkan aspek yang mempengaruhi sangat beragam seperti aksesbiltas, ekonomi, sosial, jalan, jarak ke perguruan tinggi, kondisi alam, regulasi pemerintah, fasilitas dan inflasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini diperlukan uji persepsi masyarakat untuk mengetahui aspek yang mempengaruhi nilai tanah di kota Bandung dengan uji validitas dan reliabilitas terhadap aspek aksesibilitas, jalan, jarak ke perguruan tinggi, jarak ke fasilitas kesehatan, fasilitas kesehatan, jarak ke transportasi darat (stasiun dan terminal), jarak ke transportasi udara (bandara), dan inflasi. Aspek – aspek yang mempengaruhi nilai tanah tersebut terdapat faktor spasial dan aspasial. Suatu metode yang cukup efektif untuk mengestimasi data yang memiliki ketidakseragaman dalam spasial salah satunya adalah Geographically Weighted Regression (GWR). Berdasarkan pada hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa model nilai tanah dengan metode GWR berdasarkan persepsi masyarakat dihasilkan lebih baik dibandingkan model regresi global dengan fungsi pembobotan Fixed Gaussian – CV yang paling optimum, serta hasil uji persepsi masyarakat semua aspek yang paling mempengaruhi nilai tanah dengan kondisi ketika adanya pandemi Covid-19 adalah faktor aksesibilitas, kedekatan dengan jalan, kedekatan dengan perguruan tinggi.