Kebutuhan foam pig untuk teknologi pigging pada industri minyak, gas, dan air di Indonesia
masih banyak dipenuhi oleh produk impor berbasis poliuretan, meskipun Indonesia
merupakan produsen karet alam terbesar kedua di dunia. Penelitian ini mengembangkan
proses produksi Natural Rubber (NR) Foam Pig dari lateks dadih hasil ultrasonikasi
(penelitian tahap sebelumnya), dengan variasi filler CaCO? dan SiO? pada dosis 2,5 dan 5,0
phr. Kompon dibusakan secara mekanis (metode Dunlop), dicetak, divulkanisasi, lalu
dikarakterisasi meliputi hardness, tensile strength, elongation at break, specific gravity,
compression set, rebound resilience, dan ukuran rongga/sel. Hasil menunjukkan CaCO?
bekerja sebagai filler pasif (efek dilusi), sedangkan SiO? bekerja sebagai filler penguat aktif
yang membentuk jejaring filler-filler setelah melewati ambang perkolasi pada 5,0 phr,
meningkatkan hardness, tensile strength, dan kehalusan sel, namun memperburuk
compression set akibat silica poisoning. Keempat formulasi belum memenuhi seluruh target
spesifikasi acuan secara simultan, terutama pada hardness, specific gravity, dan compression
set, sehingga diperlukan optimasi formulasi dan proses lebih lanjut sebelum produk dapat
dikembangkan sebagai substitusi impor.
Perpustakaan Digital ITB