digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Adrian Kevin Seloaji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Bahaya sekunder vulkanik berupa aliran lahar dan jatuhan tefra tercatat sebagai salah satu penyebab utama kerusakan bangunan hunian non-engineered di Indonesia. Sayangnya, fungsi kerentanan (fragility function) yang secara spesifik memodelkan respons struktur terhadap beban tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini mengembangkan kurva fragilitas analitik untuk lima tipologi dinding dan atap nonengineered (Unconfined Masonry, Confined Masonry, RC Infill Wall, rangka kayu, dan rangka baja ringan) menggunakan formulasi mekanika struktur yang diintegrasikan dengan Simulasi Monte Carlo (N=10.000). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas akibat pemendekan bentang mengikuti orde yang berbeda-beda tiap tipologi—mendekati kuadratik pada elemen kayu, lebih tajam pada RC Infill Wall (?1/L^2,5), namun mendekati linear pada Confined Masonry dan sambungan baja ringan—sehingga manfaat reduksi geometri tidak dapat digeneralisasi. Berdasarkan probabilitas keruntuhan 50%, Unconfined Masonry merupakan tipologi paling rentan terhadap lahar (0,66 m/s), diikuti dinding kayu (0,73 m/s), Confined Masonry (1,32 m/s), dan RC Infill Wall (1,66 m/s); sementara rangka atap kayu dan baja ringan memiliki ambang ketebalan tefra basah masing-masing 8,45 cm dan 9,5 cm. Evaluasi dispersi kurva turut menunjukkan bahwa Unconfined Masonry memiliki kurva paling curam (konsisten dengan sifat getas tanpa elemen pengekang), sedangkan Confined Masonry dan RC Infill Wall menghasilkan kurva lebih landai yang mencerminkan cadangan kapasitas dari mekanisme lentur dua arah dan efek busur. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi kerentanan bangunan non-engineered perlu mempertimbangkan lebar dispersi, tidak hanya kapasitas median, dalam penetapan strategi mitigasi bencana vulkanik.