Demam dengue menjadi salah satu penyakit tropis dengan beban kesehatan yang
tinggi di dunia, terutama di wilayah endemis seperti Indonesia. Meskipun penelitian
vaksin dengue telah berlangsung lama, pengembangan vaksin yang aman dan
efektif masih menghadapi berbagai tantangan seperti fenomena antibody?dependent enhancement (ADE). Kondisi ini terjadi ketika antibodi tidak mampu
menetralkan virus secara efektif bahkan memfasilitasi infeksi pada sel target dan
meningkatkan risiko terjadinya demam dengue berat. Selain itu, virus dengue terdiri
dari empat serotipe (DENV 1-4) dengan DENV 2 dan 3 mendominasi di berbagai
wilayah Indonesia. Teknologi vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) yang
bersifat plug and play merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi
tantangan tersebut. Platform vaksin mRNA memungkinkan produksi beberapa
antigen yang mampu menginduksi antibodi netralisasi seperti antigen Membran
(M) dan Envelope (E) dari berbagai serotipe sekaligus tanpa mengubah tahapan
produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi
kandidat vaksin mRNA dengue melalui konstruksi cetakan DNA yang telah
didesain sebelumnya untuk produksi mRNA, analisis ekspresi antigen, serta
pengembangan sistem penghantaran berbasis lipid. Hasil sekuensing menunjukkan
DNA pengkode antigen dengue (membrane-envelope serotipe 2/ME2) telah
berhasil dikonstruksi pada backbone pGEM-Tmt_UTR_T7 sebagai cetakan untuk
sintesis mRNA melalui metode in vitro transcription (IVT). Sebanyak 1 ug cetakan
DNA menghasilkan mRNA dengan jumlah total 19,2 ug dan rasio A260/A280
sebesar 2, menunjukkan tingkat kemurnian yang baik. Analisis RT-qPCR
mengonfirmasi keberadaan transkrip target dengan nilai Cq 5,71. Antigen hasil
ekspresi dikonfirmasi menggunakan Western blot (WB) dan divisualisasikan
melalui imunofluoresensi (IF) menunjukkan mRNA berhasil diekspresikan menjadi
protein antigen pada sel HEK-293T menggunakan penghantar lipid nanoparticles
(LNP) komersial (LipoMM). Formulasi LNP yang dikembangkan pada penelitian
ini berhasil menghantarkan mRNA dengan karakteristik rataan ukuran partikel
(n=3) sebesar 108 nm dan PDI 0,3 dan memberikan hasil positif pada WB dan IF.
Penelitian ini menunjukkan keberhasilan pengembangan kandidat vaksin mRNA
dengue beserta sistem penghantarannya sebagai landasan dasar untuk penelitian
selanjutnya pada tahap studi in vivo.
.
Perpustakaan Digital ITB