Abstrak - Naja Aulia Faiqha
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Perubahan pola kerja modern pada pekerja kantoran berisiko meningkatkan gangguan otot rangka. Evaluasi ergonomi perkantoran yang dilakukan secara manual masih memiliki keterbatasan berupa waktu pelaksanaan yang relatif lama, risiko kesalahan pencatatan, serta ketergantungan pada ketersediaan ahli ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola kerja dan faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko gangguan otot rangka serta mengembangkan dan menguji aplikasi asesmen ergonomi mandiri berbasis perangkat mobile, yaitu ErgoVision.
Penelitian diawali dengan penyebaran kuesioner mengenai profil demografi, pola kerja, kondisi stasiun kerja, dan keluhan otot rangka berdasarkan SNI 9011:2021 (kuesioner GOTRAK). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat risiko keluhan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, aplikasi ErgoVision dikembangkan dengan mengintegrasikan instrumen SNI 9011:2021 dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA) melalui dua pendekatan, yaitu pengisian kuesioner mandiri untuk memperoleh data kualitatif dan computer vision berbasis model MediaPipe Pose untuk mendeteksi sudut postur kerja secara otomatis melalui kamera ponsel. Aplikasi selanjutnya diuji melalui usability testing menggunakan Single Ease Question (SEQ) dan System Usability Scale (SUS), serta validation testing untuk mengevaluasi akurasi deteksi postur.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa proporsi responden dengan risiko gangguan otot rangka sedang hingga tinggi mencapai ?30% pada leher, bahu kiri, punggung atas, dan punggung bawah. Tingkat risiko gangguan otot rangka pada beberapa bagian tubuh tersebut berhubungan secara signifikan dengan faktor individu, fasilitas meja dan perangkat kerja, serta pola kerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ErgoVision berpotensi menjadi alternatif pendukung bagi ahli ergonomi maupun pekerja kantoran dalam melakukan evaluasi awal kondisi ergonomi di lingkungan kerja. Namun, aplikasi masih memerlukan perbaikan antarmuka, khususnya dalam penggunaan istilah yang lebih mudah dipahami oleh pengguna awam, serta peningkatan kalibrasi deteksi postur pada berbagai kondisi lingkungan kerja.
Perpustakaan Digital ITB