digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ragam waditra karawitan Sunda menghadirkan pengalaman multisensori yang melibatkan gerak tubuh, pendengaran, dan interaksi antarpemain secara bersamaan, namun akses anak usia 5 hingga 7 tahun terhadap pengalaman tersebut masih terbatas karena kesiapan motorik anak belum sejalan dengan kompleksitas desain fisik dan teknik permainan waditra asli. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana ragam waditra karawitan Sunda menampilkan pengalaman auditori, visual, taktil, proprioseptif, dan vestibular, serta bagaimana pola respons anak usia 5 hingga 7 tahun dalam kegiatan bermain, untuk selanjutnya merumuskan kriteria dan mengembangkan rancangan instrumen musik yang menyajikan pengalaman multisensori serupa sebagai media alternatif yang tetap menghormati fungsi budaya waditra asli. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan eksplorasi desain, melalui pengumpulan data literatur tentang karawitan Sunda, pengalaman multisensori, dan perkembangan anak, serta pengumpulan data lapangan di Sanggar Waditra melalui observasi instrumen dan sesi latihan, wawancara dengan pelatih dan praktisi, dan analisis karakter fisik, organologis, ergonomis, serta keluaran sensoris instrumen musik Sunda. Hasil penelitian ini berupa pemetaan cara ragam waditra karawitan Sunda menyajikan pengalaman multisensori, gambaran pola respons gerak dan perhatian anak dalam kegiatan bermain musik, serta rumusan parameter desain yang digunakan untuk menyusun rancangan instrumen musik multisensori bagi anak usia 5 hingga 7 tahun.