Ragam waditra karawitan Sunda menghadirkan pengalaman multisensori yang melibatkan
gerak tubuh, pendengaran, dan interaksi antarpemain secara bersamaan, namun akses anak
usia 5 hingga 7 tahun terhadap pengalaman tersebut masih terbatas karena kesiapan motorik
anak belum sejalan dengan kompleksitas desain fisik dan teknik permainan waditra asli.
Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana ragam waditra karawitan Sunda
menampilkan pengalaman auditori, visual, taktil, proprioseptif, dan vestibular, serta
bagaimana pola respons anak usia 5 hingga 7 tahun dalam kegiatan bermain, untuk
selanjutnya merumuskan kriteria dan mengembangkan rancangan instrumen musik yang
menyajikan pengalaman multisensori serupa sebagai media alternatif yang tetap
menghormati fungsi budaya waditra asli. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan metode studi kasus dan eksplorasi desain, melalui pengumpulan data
literatur tentang karawitan Sunda, pengalaman multisensori, dan perkembangan anak, serta
pengumpulan data lapangan di Sanggar Waditra melalui observasi instrumen dan sesi
latihan, wawancara dengan pelatih dan praktisi, dan analisis karakter fisik, organologis,
ergonomis, serta keluaran sensoris instrumen musik Sunda. Hasil penelitian ini berupa
pemetaan cara ragam waditra karawitan Sunda menyajikan pengalaman multisensori,
gambaran pola respons gerak dan perhatian anak dalam kegiatan bermain musik, serta
rumusan parameter desain yang digunakan untuk menyusun rancangan instrumen musik
multisensori bagi anak usia 5 hingga 7 tahun.
Perpustakaan Digital ITB