digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Uis Karo merupakan wastra tradisional masyarakat Karo, Sumatera Utara, yang sarat akan nilai filosofis dan fungsi adat. Namun, eksistensinya kini menghadapi tantangan relevansi akibat rendahnya kesadaran masyarakat luas dibandingkan wastra daerah lain, serta adanya jarak dengan generasi muda karena minimnya inovasi produk turunan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis elemen fundamental Uis Karo untuk merumuskan peluang inovasi yang relevan dengan selera generasi muda, sehingga dapat menjadi medium pelestarian sekaligus pengenalan nilai budaya Karo secara aplikatif. Alas kaki dipilih sebagai objek perancangan karena posisinya yang strategis sebagai produk fashion harian berdaya konsumsi tinggi dan sarana ekspresi diri yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) melalui pendekatan transformasi budaya ATUMICS (Artifact, Technique, Utility, Material, Icon, Concept, Shape). Pengumpulan data dilakukan lewat studi literatur, kuesioner, observasi artefak, serta wawancara mendalam bersama praktisi budaya dan target pengguna. Hasil analisis preferensi pasar menunjukkan kebutuhan terhadap produk yang mengedepankan aspek autentisitas budaya, namun dikemas dalam visual kontemporer yang unik, nyaman, fungsional untuk berbagai aktivitas, serta bermaterial tahan lama. Berdasarkan analisis ATUMICS, perancangan ini mempertahankan elemen Concept (kepercayaan perlindungan) dan Icon (motif atau ornamen tradisional Suku Karo), serta mempertahankan elemen Utility (fungsi penutup tubuh dan cara pakai) dan Shape (bentuk geometris khas) Uis Karo yang dikombinasikan dengan elemen modern, namun mentransformasikan elemen Material dan Technique menjadi menggunakan elemen alas kaki kontemporer sepenuhnya. Perancangan ini secara sengaja menghindari penggunaan fisik kain tenun asli demi alasan etika budaya, durabilitas teknis produk, dan preferensi pengguna. Hasil akhir perancangan ini mewujud sebagai produk alas kaki fungsional yang tidak hanya bertindak sebagai pelindung kaki, melainkan juga instrumen edukasi dan pelestarian Uis Karo yang adaptif serta memiliki nilai kebaruan kompetitif di pasar global.