COVER Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Juanda Prima Sembiring
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengeringan adalah salah satu metode pengawetan makanan. Prinsip
metode ini adalah mengurangi jumlah air yang terkandung makanan untuk
mencegah terjadinya pembusukan. Di Indonesia, teknologi pengeringan ini masih
dilakukan secara tradisional yaitu pada pengeringan ikan teri. Tugas sarjana ini
difokuskan pada perancangan sistem pengeringan ikan teri yang lebih baik.
Pertama-tama dilakukan verifikasi pengujian yang telah dilakukan
sebleumnya dengan parameter verifikasi adalah koefisien perpindahan panas
konveksi rata-rata. Kemudian untuk mengetahui proses aktual yang terjadi,
dilakukan perhitungan jumlah energi yang dilepas udara, energi yang diserap
ikan, serta energi yang hilang. Simulasi komputasi dilakukan untuk mengetahui
distribusi temperatur udara di atas permukaan ikan teri. Dengan mengetahui
distribusi temperatur dapat diketahui koefisien perpindahan panas konveksi pada
sistem pengeringan ikan teri. Hasil dari simulasi komputasi ini digunakan sebagai
acuan untuk memverifikasi hasil penelitian sebelumnya.
Mesin pengering ikan teri memiliki koefisien perpindahan panas konveksi
rata-rata 5 W/m2K. Nilai tersebut konstan selama proses pengeringan. Faktor
yang mempengaruhi parameter ini adalah temperatur udara, kecepatan aliran, dan
kelembaban udara. Dari beberapa faktor tersebut kecepatan udara merupakan
faktor yang berpengaruh paling signifikan. Pola aliran udara dan uap air tidak
memiliki perbedaan yang signifikan selama proses pengeringan.
Perpustakaan Digital ITB