BAB 4 Akhmad Yusuf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Akhmad Yusuf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Akhmad Yusuf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian disertasi ini mengkaji pengaruh jenis nanopartikel magnetik terhadap
dinamika proses pencairan pada material penyimpan energi termal berbasis phase
change material (PCM) dengan matriks asam laurat (lauric acid/LA). Kajian
dilakukan pada dua kondisi, yaitu tanpa medan magnet dan dengan penerapan
medan magnet eksternal non-homogen yang searah dengan arah aliran kalor. Setiap
sampel didefinisikan sebagai komposit LA dan komposit-magnetik LA. Selain itu,
penelitian ini mempelajari konduktivitas termal dan viskositas dalam kaitannya
dengan proses pencairan. Nanopartikel magnetik yang ditambahkan ke dalam
matriks asam laurat adalah Fe?O? dan NiFe?O?, keduanya memiliki sifat
superparamagnetik, dengan fraksi massa sebesar 2%. Besar medan magnet yang
digunakan pada pengukuran konduktivitas termal dan viskositas disesuaikan
dengan kondisi eksperimen proses pencairan yang diperoleh dari konfigurasi
magnet permanen.
Hasil pengukuran menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC)
menunjukkan bahwa LA murni memiliki nilai entalpi sebesar 179 J/g, sedangkan
pada komposit LA/Fe?O4 dan LA/NiFe?O? nilai entalpinya masing-masing
menurun menjadi 167 J/g dan 165 J/g. Pengukuran konduktivitas termal pada fase
padat menunjukkan bahwa komposit LA/Fe?O? mengalami peningkatan sebesar
6,13%, sedangkan komposit LA/NiFe?O? meningkat sebesar 3,68% dibandingkan
LA murni. Pada fase cair (T = 55?°C), peningkatan konduktivitas termal tercatat
sebesar 2,9% untuk komposit LA/Fe?O? dan 2,2% untuk komposit LA/NiFe?O?
dibandingkan LA murni. Selain itu, pengaruh medan magnet terhadap
konduktivitas termal menghasilkan peningkatan sekitar 2,3% untuk kedua
komposit-magnetik LA dibandingkan kondisi tanpa medan magnet. Di sisi lain,
pengukuran viskositas menunjukkan bahwa komposit LA/Fe?O? mengalami
peningkatan sebesar 11,73%, sedangkan komposit LA/NiFe?O? meningkat sebesar
11,12% dibandingkan LA murni. Dalam kondisi penerapan medan magnet,
viskositas komposit-magnetik LA/Fe?O? meningkat sekitar 5,28%, sedangkan
komposit-magnetik LA/NiFe?O? meningkat sekitar 2% dibandingkan kondisi tanpa
medan magnet Hasil eksperimen proses pencairan menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel
magnetik pada matriks LA dapat mempercepat laju pencairan dan memperjelas
zona mushy. Dibandingkan dengan asam laurat murni, laju pencairan meningkat
masing-masing sebesar 9% pada LA/Fe?O? dan 3% pada LA/NiFe?O?. Hal ini
menunjukkan bahwa komposit LA/Fe?O? mengalami percepatan pencairan lebih
tinggi dibandingkan komposit LA/NiFe?O?, yang berkaitan dengan peningkatan
transfer kalor konduksi dan konveksi yang lebih signifikan. Di sisi lain, penerapan
medan magnet eksternal non-homogen pada komposit-magnetik LA menyebabkan
perlambatan proses pencairan. Perlambatan ini disebabkan oleh gaya Kelvin yang
sejajar dengan arah aliran kalor. Selain itu, penerapan medan magnet mempertebal
zona mushy, khususnya pada komposit LA/Fe?O?, yang menunjukkan resistansi
lebih besar terhadap perubahan fase serta modifikasi dinamika antarmuka padatcair akibat efek konveksi termomagnetik. Secara kuantitatif, total waktu pencairan
meningkat sebesar -40% untuk komposit LA/Fe?O? dan -12,5% untuk komposit
LA/NiFe?O? dibandingkan dengan kondisi tanpa medan magnet.
Hasil penelitian disertasi ini menunjukkan bahwa dinamika pencairan komposit LA
dapat dikendalikan melalui karakteristik nanopartikel magnetik serta pengaruh
medan magnet eksternal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan potensi aplikasi
dalam pengembangan perangkat termomagnetik, khususnya dalam pemanfaatan
energi termal melalui perubahan sifat magnetik material. Selain itu, berkontribusi
terhadap upaya penyediaan energi bersih dan terjangkau (Sustainable Development
Goals No. 7) serta mitigasi perubahan iklim (Sustainable Development Goals No.
13).
Perpustakaan Digital ITB