Perlakuan panas cepat (rapid heat treatment) muncul sebagai metode alternatif
dalam rekayasa material, menawarkan solusi ganda berupa peningkatan performa
baja dan keberlanjutan lingkungan (sustainability). Metode ini memanfaatkan laju
pemanasan induksi yang tinggi dengan durasi yang singkat, sehingga secara drastis
meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon operasional
dibandingkan metode konvensional. Pada rekayasa metalurgi fisik, perlakuan panas
cepat ini memungkinkan pengendalian terhadap kinetika transformasi fasa dan
penghalusan butir (grain refinement), yang sangat penting untuk mencapai
keseimbangan sifat mekanik antara kekuatan dan ketangguhan serta secara efektif
menghindari fenomena kegetasan tempered martensite embrittlement (TME).
Namun, pemahaman komprehensif mengenai bagaimana waktu penahanan yang
sangat singkat ini mempengaruhi evolusi struktur mikro yang kompleks dan
stabilitas fasa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menginvestigasi pengaruh waktu penahanan singkat pada perlakuan tempering
cepat terhadap perubahan struktur mikro dan sifat mekanik baja karbon sedang.
Percobaan dilakukan dengan karakterisasi awal mencakup uji kekerasan Vickers,
uji tarik, uji impak charpy, karakterisasi metalografi, dan pengujian komposisi
kimia menggunakan spektroskopi emisi optik pada sampel as received. Kemudian
dilakukan perlakuan panas konvensional terdiri dari austenisasi pada 900 ? selama
30 menit, quenching dengan media oli, dan tempering selama 1 jam dengan variasi
suhu 150 ?, 250 ?, dan 300 ? dalam muffle furnace. Percobaan lainnya
dilakukan perlakuan panas cepat dengan tanur induksi terdiri dari austenisasi
ditahan selama 25 detik mencapai suhu 900 ? dilanjutkan quench oli, dan
tempering mencapai suhu yang sama seperti tempering konvensional dengan waktu
penahanan 5, 8, dan 10 detik. Setelah perlakuan panas, dilakukan karakterisasi
menggunakan uji kekerasan Vickers, uji tarik, uji impak charpy, serta metalografi
dan fraktografi dengan scanning electron microscopy.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu penahanan pada tempering
cepat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik, di mana energi impak (30,6
J/cm²), kekuatan luluh (1430 MPa), kekuatan tarik (1768,79 MPa), dan persen
elongasi (12,32%) mencapai nilai puncaknya pada waktu penahanan 8 detik
sebelum kembali menurun, sementara nilai kekerasan cenderung linear dan stabil.
Secara mikrostruktur, perlakuan ini menghasilkan fasa martensit dengan bilah yang
heterogen, struktur bainit, undissolved carbide, dan morfologi patahan campuran
quasi-cleavage dan dimple. Jika dibandingkan dengan perlakuan panas
konvensional, tempering cepat menunjukkan keunggulan pada nilai energi impak
dan menghasilkan ukuran bidang patahan getas yang cenderung lebih kecil,
meskipun sifat mekanik lainnya tidak lebih unggul serta menghasilkan
heterogenitas struktur mikro yang tidak didapati pada metode konvensional.
Perpustakaan Digital ITB