Karya Tugas Akhir ini berangkat dari pengalaman hidup di Kota Bandung dan
kesadaran terhadap adanya jarak antara kota yang hadir melalui berbagai gambaran
dengan kota yang dijalani dalam pengalaman sehari-hari. Jarak tersebut menjadi
dasar untuk mempertanyakan bagaimana citra turut membentuk cara suatu kota
dilihat dan dibayangkan. “Fiksi di Atas Kota” menggunakan praktik seni video
dengan menghadirkan greenscreen sebagai perangkat visual sekaligus material
artistik untuk melakukan intervensi dalam ruang kota. Proses penciptaan
menggunakan pendekatan autoetnografi dalam penelitian artistik, dengan
pengalaman, perjumpaan, dan hubungan saya dengan Kota Bandung sebagai titik
berangkat dalam menentukan serta membaca lokasi penciptaan. Lima lokasi yang
digunakan, yaitu Dago Elos, Teras Cihampelas, Kampung Braga, Pasar Cicadas,
dan Gang Sekepondok, berkembang dari hubungan tersebut dan tidak diposisikan
sebagai sampel yang mewakili keseluruhan Kota Bandung. Tahapan penciptaan
meliputi pengamatan dan pendekatan terhadap lokasi, pengukuran dan penentuan
titik pembentangan, pembentangan greenscreen, perekaman visual, serta
pengolahan citra pada tahap penyuntingan. Kain greenscreen berukuran 25 x 26
meter dibentangkan mengikuti kondisi masing-masing ruang, kemudian direkam
dari sudut pandang tinggi sehingga keberadaan bidang hijau tetap terbaca bersama
lingkungan di sekitarnya. Hasil rekaman selanjutnya mengalami proses chroma key
dan substitusi citra menggunakan footage stok digital yang dipilih berdasarkan
hubungan visual dengan bentuk greenscreen pada setiap lokasi. Karya disusun
dalam bentuk seni video nonlinier dan looping melalui pola kemunculan citra,
penghilangan citra, tersingkapnya greenscreen, dan kemunculan citra berikutnya.
Melalui proses tersebut, greenscreen bekerja dalam dua keadaan sebagai material
fisik yang sementara mengubah susunan visual ruang dan sebagai bidang yang
memungkinkan citra terus dihadirkan, dihilangkan, dan digantikan. “Fiksi di Atas
Kota” berupaya membuka kemungkinan untuk melihat bahwa gambaran mengenai
kota dapat terus disusun dan dibayangkan kembali tanpa menetapkan satu citra
sebagai bentuk akhirnya.
Perpustakaan Digital ITB