digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Larva lalat tentara hitam (LLTH, Hermetia illucens) merupakan salah satu sumber protein alternatif yang menjanjikan, namun efisiensi ekstraksi protein serta peningkatan bioaktivitas hidrolisatnya masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi padat menggunakan Bacillus stearothermophilus terhadap perolehan protein dan sifat bioaktif hidrolisat protein LLTH. Tepung LLTH difermentasi selama 0–4 hari pada suhu 45°C, kemudian dilakukan ekstraksi protein secara alkali, hidrolisis enzimatis menggunakan bromelain, dan pengeringan beku. Parameter yang dianalisis meliputi protein recovery, derajat hidrolisis, komposisi asam amino, aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri, serta distribusi bobot molekul protein menggunakan sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan kadar protein kasar dan protein recovery, dengan nilai tertinggi sebesar 59,64 ± 8,85%. Peningkatan perolehan kembali protein yang dihasilkan oleh B. stearothermophilus tidak berbeda signifikan pada variasi waktu fermentasi. Derajat hidrolisis mencapai 42,21 ± 1,0% pada hari kedua fermentasi, kemudian menurun seiring bertambahnya waktu fermentasi, yang menunjukkan bahwa aktivitas proteolitik maksimum terjadi pada fase pertumbuhan eksponensial bakteri. Aktivitas antioksidan juga meningkat, ditunjukkan oleh nilai IC50 terendah sebesar 261,78 + 57 ppm pada hari ketiga fermentasi, meskipun aktivitas tersebut menurun pada hari keempat. Analisis asam amino menunjukkan peningkatan konsentrasi beberapa asam amino bebas setelah fermentasi, yang mengindikasikan terjadinya degradasi matriks protein oleh aktivitas protease. Sebaliknya, hidrolisat protein tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan B. stearothermophilus berpotensi meningkatkan efisiensi ekstraksi protein dan aktivitas antioksidan hidrolisat protein LLTH, meskipun optimasi kondisi fermentasi masih diperlukan untuk memaksimalkan potensi proteolitiknya.