2017 TS PP ANVI FEBRIANTI SYAFEI 1-BAB 1.pdf
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Terbatas Suharsiyah
» ITB
2017 TS PP ANVI FEBRIANTI SYAFEI 1-BAB 2.pdf
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Terbatas Suharsiyah
» ITB
2017 TS PP ANVI FEBRIANTI SYAFEI 1-BAB 3.pdf
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Terbatas Suharsiyah
» ITB
2017 TS PP ANVI FEBRIANTI SYAFEI 1-BAB 4.pdf
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Terbatas Suharsiyah
» ITB
2017 TS PP ANVI FEBRIANTI SYAFEI 1-BAB 5.pdf
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Terbatas Suharsiyah
» ITB
2017 TS PP ANVI FEBRIANTI SYAFEI 1-BAB 6.pdf
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Terbatas Suharsiyah
» ITB
Teknologi injeksi air bersalinitas rendah telah banyak diterapkan tak lain dikarenakan tersedianya sumber air yang melimpah, efeknya yang ramah lingkungan, serta biayanya yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan pilihan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) lainnya. Terdapat banyak uji coreflood yang telah dipublikasikan guna memaparkan pengaruh “salinitas-rendah” ini terhadap perolehan minyak (oil recovery) yang dihasilkan. Pada kebanyakan hasil menunjukkan bahwa perolehan minyak yang lebih besar dapat diperoleh ketika salinitas air yang diinjeksikan ke reservoir jauh lebih rendah dibandingkan dengan salinitas air formasi (connate water). Banyak mekanisme – mekanisme berbeda yang telah diajukan oleh para peneliti untuk menjelaskan efek “salinitas-rendah” ini. Meskipun begitu, masih belum bisa dinyatakan secara pasti mekanisme mana yang paling mendominasi. Sehingga, penelitian ini diajukan untuk dilakukan agar dapat diperoleh pemahaman akan pengaruh salinitas serta komposisi ionik air injeksi yang divariasikan terhadap perolehan minyak. Selain itu, clay akan ditambahkan (juga secara bervariasi) ke dalam susunan core pasir yang akan digunakan. Dari percobaan ini kemudian akan dianalisa mekanisme yang paling mungkin terjadi terkait oil recovery atau recovery factor (RF) yang didapatkan. Dari studi ini diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa (1) salinity shock memberikan peningkatan perolehan minyak hingga 25%; (2) secara garis besar, pada kasus ini, konsentrasi clay tidak banyak memberikan pengaruh terhadap peningkatan perolehan minyak; (3) komposisi ionik, terutama kation Na+, memberikan efek terhadap peningkatan perolehan minyak; dan (4) mekanisme yang paling mungkin terjadi di balik peningkatan perolehan minyak pada studi ini adalah pertukaran ion multi-komponen (MIE).
Perpustakaan Digital ITB