ABSTRAK Geraldhika Revaldo Arya R
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Perovskit anorganik halida ?-CsPbI? merupakan material absorber yang
menjanjikan untuk aplikasi sel surya karena memiliki sifat optoelektronik yang baik
dan celah pita yang sesuai untuk konversi energi fotovoltaik. Namun, implementasi
praktisnya masih terbatas akibat rendahnya stabilitas struktur pada kondisi
lingkungan, di mana fase hitam yang aktif secara fotovoltaik cenderung berubah
menjadi fase kuning yang tidak aktif. Selain itu, keberadaan Pb juga menimbulkan
permasalahan toksisitas dan dampak lingkungan. Alloying logam transisi,
khususnya Mn, dilaporkan mampu meningkatkan stabilitas serta memodifikasi sifat
elektronik CsPbI?. Akan tetapi kajian yang menghubungkan sifat material pada
tingkat atomik dengan performa perangkat fotovoltaik masih terbatas. Dalam
penelitian ini, dikembangkan kerangka kerja terintegrasi berbasis Density
Functional Theory (DFT) menggunakan VASP dan simulasi SCAPS-1D untuk
mengevaluasi pengaruh alloying Mn pada CsPb1-xMnxI3 (x = 0; 0,125; dan 0,25).
Hasil menunjukkan bahwa dari ketiga komposisi yang diteliti, komposisi x = 0,125
menghasilkan efisiensi konversi daya (PCE) tertinggi sebesar 28,30%, yang
menunjukkan peningkatan PCE yang signifikan dibandingkan CsPbI3 pristine
dengan PCE sebesar 23,97%. Peningkatan ini dikaitkan dengan penyempitan celah
pita, peningkatan penyerapan optik, serta penyelarasan pita energi antarmuka yang
lebih baik. Hasil ini menunjukkan bahwa alloying Mn berpotensi menjadi strategi
efektif untuk pengembangan sel surya perovskit anorganik yang lebih efisien dan
stabil.
Perpustakaan Digital ITB